Sisipublik.com – Kerja sama industri Indonesia-Bulgaria mulai mengarah pada perluasan investasi, pengembangan teknologi, dan akses pasar setelah kedua negara melihat peluang yang lebih besar di sektor manufaktur. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dengan Wakil Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Mihaela Georgieva Karadimova di Jakarta.
Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi kedua negara. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dan Bulgaria mencapai sekitar USD230,5 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Bulgaria mencapai USD147,4 juta dengan sejumlah produk, antara lain aluminium, karet, besi dan baja, produk sawit, serta kertas.
Kerja Sama Industri Indonesia-Bulgaria Buka Peluang Investasi
Kerja sama industri Indonesia-Bulgaria juga membuka peluang pengembangan fasilitas produksi dan investasi baru. Kementerian Perindustrian melihat sektor agroindustri, mesin perkakas, serta pengembangan klaster industri sebagai bidang yang dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pelaku usaha kedua negara.
Selain perdagangan, kedua pihak membahas pertukaran pengetahuan dan teknologi. Bulgaria memiliki pengalaman dalam pengembangan klaster industri di Eropa, sementara Indonesia terus mengembangkan kawasan industri untuk mendukung peningkatan kapasitas manufaktur.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyebut pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan. Menurut dia, kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan industri bernilai tambah, fasilitas produksi, serta teknologi.
Teknologi Jadi Ruang Kolaborasi
Peluang kerja sama teknologi tinggi turut masuk dalam pembahasan. Sejumlah perusahaan Bulgaria memiliki kompetensi pada bidang yang relevan dengan kebutuhan industri Indonesia sehingga kedua negara dapat mengeksplorasi kemitraan, transfer teknologi, dan investasi bersama.
Pengembangan klaster industri juga memberi ruang bagi keterlibatan perusahaan, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pemerintah. Dengan pendekatan tersebut, kerja sama tidak berhenti pada transaksi perdagangan, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem industri yang mendukung inovasi dan peningkatan daya saing.
Produk Industri Indonesia Berpeluang Masuk Pasar Uni Eropa
Di sisi lain, Indonesia melihat Bulgaria sebagai salah satu pintu potensial untuk memperluas akses produk industri nasional ke pasar Uni Eropa. Pemerintah mendorong identifikasi kebutuhan pasar serta pertemuan langsung antara pelaku usaha kedua negara melalui business matching.
Beberapa produk yang masuk dalam penjajakan antara lain panel surya dan peralatannya, alat kesehatan, karet, produk sawit, ikan kaleng, dan kakao. Pemerintah juga mendorong pelaku industri memahami persyaratan pasar agar peluang ekspor dapat berkembang secara lebih terarah.
Upaya memperluas akses pasar tersebut sejalan dengan agenda penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Bulgaria. Pada September 2026, pemerintah Indonesia dan Bulgaria juga menempatkan perdagangan, investasi, teknologi, dan kerja sama ekonomi sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.
Momentum 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Penguatan hubungan industri berlangsung bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria pada 20 September 2026. Kedua negara menjalin hubungan diplomatik sejak 1956, dan momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya memperluas kemitraan ekonomi.
Dengan demikian, agenda industri Indonesia-Bulgaria tidak hanya bertumpu pada peningkatan nilai perdagangan. Pemerintah kedua negara juga membuka ruang bagi investasi, pengembangan fasilitas produksi, transfer teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar.
Bagi Indonesia, perluasan kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah industri sekaligus memperluas jaringan pasar produk manufaktur nasional. Sementara itu, pengalaman Bulgaria dalam pengembangan klaster industri dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat ekosistem kawasan industri di Indonesia.










Komentar