Harga Singkong Menguat, MSI Siapkan 500 Ribu Hektare untuk Pasar Bioetanol

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen singkong di lahan pertanian. Komoditas ini mendapat peluang pasar baru seiring pengembangan industri bioetanol (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

Petani memanen singkong di lahan pertanian. Komoditas ini mendapat peluang pasar baru seiring pengembangan industri bioetanol (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

Sisipublik.com – Harga singkong di sejumlah sentra produksi mencapai sekitar Rp2.400 per kilogram setelah pemerintah menghentikan impor komoditas tersebut. Kondisi itu mendorong Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menyiapkan peningkatan produksi sekaligus membidik industri bioetanol sebagai pasar baru.

Ketua Umum MSI Arifin Lambaga menyampaikan perkembangan tersebut saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia menyebut Lampung, salah satu sentra produksi singkong, mencatat harga sekitar Rp2.400 per kilogram.

Harga Singkong Membuka Ruang Pasar Baru

Harga singkong yang menguat memberi ruang lebih besar bagi hasil panen petani di pasar domestik. Menurut Arifin, berkurangnya pasokan impor dapat memperluas penyerapan produksi dalam negeri.

Namun, MSI melihat kenaikan harga perlu berjalan bersama peningkatan produksi. Sebab, industri bioetanol berpotensi menambah kebutuhan bahan baku singkong dalam jumlah besar.

Arifin memperkirakan program pencampuran bahan bakar E20 membutuhkan sekitar 2,2 juta kiloliter bioetanol. Angka tersebut merupakan perkiraan kebutuhan yang disampaikan MSI dan masih bergantung pada kesiapan produksi, industri, serta pelaksanaan program.

Baca Juga :  Pengembangan Tebu untuk Bioetanol Jadi Fokus Kementan Perkuat Bahan Baku Energi

MSI Siapkan Lahan Singkong untuk Bioetanol

Untuk menjawab peluang tersebut, MSI menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam pengembangan sekitar 500 ribu hektare lahan singkong. Langkah itu membutuhkan penguatan sektor hulu agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan industri.

MSI menilai penyediaan benih unggul menjadi salah satu kebutuhan utama. Arifin menyebut satu hektare lahan membutuhkan sekitar 8.000 hingga 10.000 stek. Karena itu, perlu ada pasokan benih dalam jumlah besar jika perluasan lahan berlangsung dalam skala ratusan ribu hektare.

Selain benih, petani juga membutuhkan pupuk, alat dan mesin pertanian, serta akses pembiayaan. MSI menilai dukungan tersebut penting agar peningkatan produksi tidak hanya mengejar luas tanam, tetapi juga menghasilkan singkong dengan produktivitas dan kadar pati yang sesuai untuk kebutuhan bioetanol.

Baca Juga :  Ekspor Kopi Jabar Tembus Mesir, Nilai Transaksi Capai Rp4,6 Miliar

Investor Mulai Membidik Pengolahan Singkong

Di sisi hilir, MSI menyebut telah berkomunikasi dengan sejumlah investor yang berminat mengembangkan industri pengolahan singkong menjadi bioetanol. Beberapa investor, menurut Arifin, telah menunjukkan kesiapan untuk masuk ke sektor tersebut.

Meski demikian, kepastian pasar atau off-taker tetap menjadi kebutuhan penting bagi investor. Kepastian penyerapan produk juga dapat memberi kepastian bagi petani ketika mereka meningkatkan produksi.

Karena itu, MSI mendorong pola kemitraan antara petani dan industri. Pola inti-plasma menjadi salah satu opsi agar petani dapat memasok bahan baku secara langsung sekaligus terhubung dengan industri pengolahan.

Dengan demikian, penguatan pasar singkong tidak hanya bergantung pada pengendalian impor. Peningkatan produksi, ketersediaan benih, dukungan sarana pertanian, investasi pengolahan, dan kepastian pembeli perlu berjalan secara beriringan agar peluang bioetanol dapat tersambung dengan produksi petani.

Berita Terkait

Bahlil Dorong Energi Bersih untuk Dongkrak Daya Saing Ekspor Indonesia
Chelsea Vs Fulham: Trio Palmer, Joao Pedro, dan Rogers Buka Era Xabi Alonso dengan Kemenangan
Pembiayaan Perumahan Diperkuat, Kementerian PKP Dorong UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Masuk Tahap Gladi Bersama di Istana Merdeka
Sinopsis Drama Korea Reborn Rich Tampilkan Kisah Reinkarnasi Song Joong Ki untuk Menguasai Kerajaan Bisnis
Kehadiran Megawati Hangestri Bikin Hyundai Hillstate Siap Tampil dengan Wajah Baru di V-League 2026/2027
Ekspor Kopi Jabar Tembus Mesir, Nilai Transaksi Capai Rp4,6 Miliar
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Bahlil Dorong Energi Bersih untuk Dongkrak Daya Saing Ekspor Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Singkong Menguat, MSI Siapkan 500 Ribu Hektare untuk Pasar Bioetanol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Chelsea Vs Fulham: Trio Palmer, Joao Pedro, dan Rogers Buka Era Xabi Alonso dengan Kemenangan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Pembiayaan Perumahan Diperkuat, Kementerian PKP Dorong UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Masuk Tahap Gladi Bersama di Istana Merdeka

Berita Terbaru