E50 Mulai Disiapkan, Pemerintah Fokus Perkuat Pasokan BBM dari Dalam Negeri

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil menyampaikan rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas (foto: kementerian esdm)

Bahlil menyampaikan rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas (foto: kementerian esdm)

Sisipublik.com – Pemerintah mulai menyiapkan E50 sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan energi nasional. Pemerintah membahas pengembangan bahan bakar campuran etanol 50 persen itu setelah menjalankan program B50 yang menjadi salah satu kebijakan untuk mengurangi kebutuhan impor solar.

Rencana tersebut muncul dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang yang membahas ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

E50 Jadi Tahap Lanjutan Kebijakan Energi

E50 menjadi salah satu agenda yang mendapat arahan Presiden dalam sidang tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan mempelajari pelaksanaan B50 sebagai acuan untuk menyusun langkah pengembangan E50.

Menurut Bahlil, pemerintah perlu menyusun langkah secara terukur agar kebijakan baru tersebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan BBM nasional. Konsumsi solar Indonesia mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39–40 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga :  LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Sebut Jadi Penggerak Kemandirian Energi Nasional

Pemerintah juga melihat pengembangan E50 dalam konteks kebutuhan menjaga ketersediaan energi. Dalam sidang DEN, Bahlil menyampaikan bahwa stok BBM dan cadangan nasional berada pada kisaran 18–20 hari.

Produksi Minyak Domestik Ikut Diperkuat

Selain menyiapkan E50, pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak melalui eksplorasi cekungan dan blok baru. Pemerintah juga menyiapkan optimalisasi sumur-sumur tua dengan dukungan teknologi.

Bahlil menyebut Indonesia memiliki sekitar 45.000 sumur tua yang perlu dikelola secara profesional. Pemerintah ingin meningkatkan pemanfaatan sumber daya tersebut sekaligus memperbaiki pengelolaannya agar produksi minyak nasional dapat meningkat.

Langkah itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan pengembangan bahan bakar campuran. Pemerintah juga mengarahkan kebijakan pada sisi pasokan minyak mentah dan peningkatan produksi dari sumber domestik.

Baca Juga :  B50 Jadi Fokus Prabowo, Pertamina Laporkan Kemajuan Biodiesel dan Kesiapan Bioetanol

Pemerintah Siapkan Regulasi BUK Migas

Di sisi regulasi, pemerintah juga menyiapkan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Bahlil menyebut lembaga tersebut nantinya bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Pemerintah masih mencari formulasi regulasi, terutama terkait perizinan. Menurut Bahlil, penyederhanaan proses perizinan diperlukan agar kegiatan peningkatan lifting minyak tidak terhambat oleh persoalan lintas sektor.

Dengan demikian, persiapan E50 berjalan bersamaan dengan sejumlah agenda lain di sektor energi. Pemerintah menggabungkan pengembangan bahan bakar berbasis etanol, eksplorasi sumber minyak baru, optimalisasi sumur tua, serta penataan regulasi migas sebagai bagian dari strategi menjaga pasokan energi nasional.

Untuk tahap berikutnya, pemerintah perlu menerjemahkan arahan tersebut ke dalam peta jalan, regulasi, kesiapan bahan baku, serta infrastruktur pendukung sebelum E50 dapat diterapkan secara luas.

Berita Terkait

TNI Fair 2026 Buka Akses Publik untuk Kenal Alutsista dan Teknologi Pertahanan
Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Jadi Fokus Indonesia dan WIPO
Program 3 Juta Rumah, Delapan Pemda Maluku-Nusa Tenggara Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah
Hotspot Sumsel Turun, Kalteng Jadi Fokus Baru Pengendalian Karhutla
LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai Perkuat Hub Transportasi di Jakarta
KDKMP Masuk Tahap Operasional, Kemenkop Percepat Verifikasi dan Penguatan Tata Kelola
Malaysia Siapkan Pesawat dan Helikopter untuk Bantu Indonesia Tangani Karhutla
Anggaran Haji 2027 Diminta Berbasis Kebutuhan Jemaah, Menhaj Tekankan Efisiensi
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:00 WIB

TNI Fair 2026 Buka Akses Publik untuk Kenal Alutsista dan Teknologi Pertahanan

Minggu, 20 September 2026 - 09:00 WIB

Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Jadi Fokus Indonesia dan WIPO

Minggu, 20 September 2026 - 07:00 WIB

Program 3 Juta Rumah, Delapan Pemda Maluku-Nusa Tenggara Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah

Minggu, 20 September 2026 - 06:00 WIB

Hotspot Sumsel Turun, Kalteng Jadi Fokus Baru Pengendalian Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 14:00 WIB

LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai Perkuat Hub Transportasi di Jakarta

Berita Terbaru