Biosolar Industri B50 Mulai Disalurkan, Elnusa Petrofin Jalankan Distribusi Perdana untuk Sektor Industri

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Biosolar Industri B50 Mulai Disalurkan, Elnusa Petrofin Jalankan Distribusi Perdana untuk Sektor Industri (foto: ruangenergi)

Biosolar Industri B50 Mulai Disalurkan, Elnusa Petrofin Jalankan Distribusi Perdana untuk Sektor Industri (foto: ruangenergi)

Sisipublik.com – Biosolar Industri B50 resmi memasuki tahap distribusi kepada pelanggan sektor industri. PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), mengawali penyaluran perdana sebagai bagian dari pelaksanaan program mandatori B50 yang telah ditetapkan pemerintah. Distribusi pertama berlangsung dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, menuju pelanggan industri, khususnya sektor pertambangan.

Langkah tersebut memperlihatkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, implementasi B50 juga mendorong peningkatan penggunaan energi berbasis sumber daya dalam negeri sekaligus memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati.

Biosolar Industri B50 Dukung Ketahanan Energi Nasional

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyampaikan bahwa Biosolar Industri B50 menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah membangun sistem energi yang lebih mandiri. Menurutnya, perusahaan merasa bangga karena ikut mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50 melalui ekosistem Pertamina Group, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor pertambangan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Baca Juga :  Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Thailand di Jadwal SEA V Cup 2026 Hari ini

Di sisi lain, penyaluran tersebut juga memperkuat upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Dengan demikian, sektor industri memperoleh pasokan bahan bakar yang sesuai dengan kebijakan energi nasional.

Penyaluran Mengacu pada Aturan Pemerintah

Program distribusi ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang terbit pada 17 Juni 2026. Regulasi tersebut mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar melalui skema pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, Elnusa Petrofin menerima pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan spesifikasi B50 pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link. Selanjutnya, perusahaan menyalurkan Biosolar Industri B50 pada 2 Juli 2026 menggunakan kapal OB Ocean Brave kepada pelanggan VHS Patra Logistik.

Baca Juga :  Isu Pergantian Menkeu Dibantah Istana, Pemerintah Fokus Jalankan Program

Teknologi Blending Perkuat Kualitas Distribusi

Fuel Terminal IBT Pulau Laut memegang peran penting dalam proses distribusi Biosolar Industri B50. Terminal ini menerima pasokan FAME dan solar murni sebelum melakukan proses pencampuran menjadi produk B50.

ata-start=”2965″ data-end=”3201″>Fasilitas tersebut telah menggunakan teknologi Automatic Inline Blending (ILB). Teknologi ini memungkinkan proses pencampuran berlangsung otomatis di dalam jaringan pipa dengan kapasitas aliran antara 250 hingga 1.000 kiloliter per jam.

Komitmen Operasional dan Transisi Energi

Elnusa Petrofin terus memperkuat kualitas operasional melalui penerapan Operational Excellence serta standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Sementara itu, implementasi Biosolar Industri B50 juga mendukung strategi Pertamina Group dalam mempercepat transisi energi nasional. Program ini mendorong peningkatan bauran biofuel, memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil, serta memperkuat kemandirian energi Indonesia menuju target dekarbonisasi nasional. (j/*)

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru