Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp2,94 Miliar, Kuliner Lokal Jadi Penopang Penjualan MotoGP 2026

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM menawarkan produk kepada pengunjung selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. Keterlibatan 769 UMKM menghasilkan omzet sekitar Rp2,94 miliar selama tiga hari penyelenggaraan (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Pelaku UMKM menawarkan produk kepada pengunjung selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. Keterlibatan 769 UMKM menghasilkan omzet sekitar Rp2,94 miliar selama tiga hari penyelenggaraan (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – Ajang balap motor internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 769 UMKM membukukan omzet UMKM Mandalika sebesar Rp2,94 miliar selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga internasional tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk menjangkau konsumen dalam jumlah lebih besar. Aktivitas perdagangan berlangsung di sejumlah titik komersial di dalam dan sekitar Pertamina Mandalika International Circuit.

Omzet UMKM Mandalika Ditopang Berbagai Area Perdagangan

Berdasarkan catatan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), sebanyak 310 tenant beraktivitas di kawasan sirkuit. Jumlah tersebut terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional. Sementara itu, 459 UMKM lainnya menjalankan aktivitas perdagangan di luar sirkuit, termasuk kawasan Bazaar Mandalika dan sejumlah titik di sekitar lokasi acara.

Dari sisi nilai transaksi, Commercial Booth mencatat kontribusi terbesar dengan omzet Rp1,12 miliar atau 38,3 persen dari keseluruhan penjualan. Selanjutnya, UMKM Binaan menyumbang Rp848,99 juta atau 28,9 persen.

Baca Juga :  Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Program Dispora DKI, Sejumlah GOR Siap Sambut Warga

Adapun UMKM Dinas menghasilkan omzet Rp715,01 juta atau 24,3 persen. Sementara itu, Paddock Area mencatat transaksi Rp251,38 juta atau 8,5 persen.

Menariknya, aktivitas perdagangan mencapai puncak pada hari ketiga penyelenggaraan. ITDC mencatat transaksi sekitar Rp1,63 miliar atau 55,7 persen dari total omzet selama tiga hari pelaksanaan.

Produk Kuliner Lokal Mendominasi Penjualan

Selain jumlah pelaku usaha dan nilai transaksi, komposisi produk juga memperlihatkan besarnya peluang sektor kuliner dalam ajang internasional tersebut.

Makanan lokal menjadi kategori dengan kontribusi penjualan tertinggi, yakni 29,7 persen. Berikutnya, produk kopi menyumbang 22,9 persen, minuman sebesar 20 persen, makanan ringan 16,8 persen, serta makanan Barat sebesar 10,7 persen.

Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa produk makanan dan minuman lokal memiliki ruang pemasaran yang cukup besar ketika penyelenggara menghadirkan pengunjung dalam skala internasional.

Untuk memperluas kesempatan tersebut, ITDC juga menghadirkan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol. II pada 9–10 Oktober 2026 di kawasan Bazaar Mandalika. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk memperkenalkan produk kuliner serta kreativitas daerah kepada pengunjung.

Baca Juga :  Sumaya Tembus Semifinal Teqball, Indonesia Selangkah Dekati Medali Asian Games 2026

ITDC Dorong Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan keterlibatan UMKM dalam kegiatan berskala internasional menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kesiapan usaha lokal.

Menurut Febrina, peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk dan kemampuan pelaku usaha agar mereka mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Ke depan, ITDC akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran. Dengan kesiapan usaha yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan The Mandalika,” ujar Febrina.

Dengan melibatkan ratusan pelaku usaha dalam satu ekosistem pariwisata, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut memperlihatkan hubungan antara penyelenggaraan olahraga internasional, promosi produk daerah, dan perputaran ekonomi masyarakat di kawasan Mandalika.

Berita Terkait

Bonus Atlet Asian Games 2026 Capai Rp158,3 Miliar, Prestasi Indonesia Lampaui Target
Indonesia Raih 15 Emas Asian Para Games 2026, Boccia Pastikan Posisi Delapan Besar
Boccia Indonesia Sumbang Tiga Emas, Target Asian Para Games 2026 Terlampaui
Taufik Hidayat Dorong Kolaborasi Kampus dan Praktisi untuk Cetak Talenta Olahraga Nasional
Regulasi Desain Olahraga Daerah Jadi Pekerjaan Rumah, Kemendagri Usulkan Peta Jalan 12 Bulan
Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas
Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan
Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:34 WIB

Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp2,94 Miliar, Kuliner Lokal Jadi Penopang Penjualan MotoGP 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Bonus Atlet Asian Games 2026 Capai Rp158,3 Miliar, Prestasi Indonesia Lampaui Target

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Raih 15 Emas Asian Para Games 2026, Boccia Pastikan Posisi Delapan Besar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Boccia Indonesia Sumbang Tiga Emas, Target Asian Para Games 2026 Terlampaui

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Taufik Hidayat Dorong Kolaborasi Kampus dan Praktisi untuk Cetak Talenta Olahraga Nasional

Berita Terbaru