Storage Minyak Mentah Jadi Strategi Pemerintah Pangkas Jalur Impor Energi

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil usai konferensi pers tentang ketahanan energi nasional (foto: kementerian esdm)

Bahlil usai konferensi pers tentang ketahanan energi nasional (foto: kementerian esdm)

Sisipublik.com – Pemerintah menyiapkan fasilitas penyimpanan minyak mentah atau storage di dalam negeri untuk memperpendek jalur impor energi dan memperkuat ketahanan pasokan nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana tersebut di Jakarta, Senin (26/10/2026), di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Melalui fasilitas ini, pemerintah ingin mengarahkan kapal pengangkut minyak mentah impor langsung ke Indonesia tanpa harus singgah di negara lain. Selain memangkas jalur distribusi, langkah tersebut diharapkan membantu pemerintah mengendalikan rantai pasok energi secara lebih efektif.

Storage minyak mentah menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk mengantisipasi gangguan pasokan dari luar negeri. Bahlil menjelaskan, Badan Layanan Umum (BLU) akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan mitra untuk membangun fasilitas penyimpanan tersebut.

Storage Minyak Mentah Perkuat Rantai Pasok Impor

Bahlil menyatakan pemerintah ingin menyederhanakan jalur pengiriman minyak mentah agar pasokan impor bisa langsung menuju Indonesia. Ia menjelaskan rencana tersebut setelah konferensi pers mengenai ketahanan energi nasional.

“Supaya kalau kita impor crude, tidak lagi mampirin negara A, negara B, negara C, langsung ke Indonesia,” ujar Bahlil.

Baca Juga :  Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara

Dengan demikian, fasilitas penyimpanan domestik akan mendukung pengelolaan pasokan minyak mentah yang lebih terarah. Namun, pemerintah belum memerinci lokasi, kapasitas, jadwal pembangunan, maupun target operasional fasilitas tersebut.

Skema Pengadaan Energi Berubah

Selain membangun infrastruktur penyimpanan, pemerintah mengubah mekanisme pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG). Pemerintah menyiapkan skema kerja sama antarpemerintah (government-to-government atau G2G) serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha (government-to-business atau G2B).

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah ingin memperoleh kepastian pasokan dari negara pemasok. Sebelumnya, proses pengadaan melalui tender antarbadan usaha dapat memakan waktu dan berisiko membuat Indonesia kehilangan kesempatan memperoleh pasokan ketika pemasok memilih pembeli lain.

Karena itu, pemerintah menugaskan BLU untuk menjalankan pengadaan sesuai mekanisme yang berlaku. Pertamina selanjutnya dapat memenuhi kebutuhan energi melalui skema tersebut.

Pemerintah Cari Kontrak Pasokan Jangka Panjang

Di samping menyiapkan storage, Bahlil berencana mengunjungi sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk membahas kepastian pasokan minyak mentah dan energi. Presiden Prabowo Subianto juga menugaskannya mencari kontrak pasokan jangka panjang.

Baca Juga :  Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian

Langkah ini menjadi penting karena Indonesia masih mengimpor minyak mentah, meskipun pemerintah menyatakan tidak lagi mengambil pasokan crude dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut mendorong pemerintah menyiapkan berbagai alternatif untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.

Bahlil juga menyatakan pemerintah akan menjaga ketersediaan BBM sesuai standar minimum nasional dan mempertahankan harga BBM bersubsidi sesuai pernyataannya dalam konferensi pers tersebut.

Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Pembangunan storage domestik, perubahan mekanisme pengadaan, dan pencarian kontrak jangka panjang menjadi tiga langkah yang pemerintah siapkan untuk menghadapi ketidakpastian pasar energi global.

Meski demikian, efektivitas strategi tersebut akan bergantung pada realisasi pembangunan fasilitas, kepastian kontrak dengan pemasok, serta kemampuan pemerintah menjaga kelancaran distribusi.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan kegiatan industri. Pemerintah juga perlu memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai jadwal agar rencana penguatan ketahanan energi menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

Berita Terkait

Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen
Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja
MagangHub Batch 3: Kemnaker Perluas Peluang Magang lewat Kemitraan Perusahaan
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Kompetensi Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045
Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing Jadi Sorotan BBNKT 2026
Pengawal Energi 2026 Sasar 3.679 SPBU, Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi
BBNKT Award 2026: 6.450 Siswa Sekolah Rakyat Unjuk Kemampuan, Kader Karang Taruna Hadirkan Inovasi Sosial
Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Storage Minyak Mentah Jadi Strategi Pemerintah Pangkas Jalur Impor Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:00 WIB

MagangHub Batch 3: Kemnaker Perluas Peluang Magang lewat Kemitraan Perusahaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Kompetensi Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru