UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah bersama Dirjen PE2HU Jaenal Effendi meninjau tenant UMKM dalam Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Jogja Expo Center, Bantul (foto: kementerian haji dan umrah)

Menteri Haji dan Umrah bersama Dirjen PE2HU Jaenal Effendi meninjau tenant UMKM dalam Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Jogja Expo Center, Bantul (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjajaki peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah melalui Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (23/10/2026). Langkah ini membuka peluang bagi produk lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Menteri Haji dan Umrah bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengunjungi sejumlah tenant dan berdialog dengan pelaku usaha. Kunjungan tersebut membantu Kemenhaj mengenali kualitas, jenis, serta kesiapan produk lokal dalam memenuhi kebutuhan jemaah.

UMKM Yogyakarta Berpeluang Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah

Potensi UMKM Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah mencakup berbagai kategori, mulai dari kerajinan, fesyen muslim, perlengkapan ibadah, hingga pangan olahan. Jaenal menilai pelaku usaha perlu memahami kebutuhan pasar agar dapat mengembangkan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Menurut Jaenal, Yogyakarta memiliki beragam produk lokal yang berpotensi mendukung kebutuhan jemaah. Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas produk, kesesuaian kebutuhan, dan kesinambungan pasokan agar dapat membangun kemitraan dengan calon pembeli.

Baca Juga :  Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

Pameran tersebut menghadirkan 121 pelaku UMKM yang menawarkan produk perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, serta makanan dan minuman. Keragaman produk ini memberikan gambaran mengenai peluang usaha lokal untuk memasuki rantai pasok sektor haji dan umrah.

Kemenhaj Dorong Kemitraan Melalui Business Matching

Kemenhaj juga mendorong pengembangan UMKM melalui kegiatan yang menghubungkan produsen dengan calon mitra usaha. Sebab, partisipasi dalam pameran saja belum cukup untuk memastikan produk lokal memperoleh akses pasar yang berkelanjutan.

Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menargetkan 130 pelaku usaha mengikuti temu bisnis dan menjalani proses kurasi sebelum memasuki tahap business matching atau penjajakan kemitraan usaha.

Baca Juga :  Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

Agenda ini mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra dari sektor penyelenggaraan haji dan umrah, katering, logistik, serta perbankan syariah. Melalui pertemuan tersebut, pelaku usaha berpeluang memahami kebutuhan mitra sekaligus menyesuaikan kapasitas produksi dan standar produk.

Kualitas Produk Menjadi Kunci Perluasan Pasar

Pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan tindak lanjut setelah kegiatan expo berakhir. Pelaku UMKM perlu menjaga mutu produk, memastikan ketersediaan pasokan, dan membangun kerja sama dengan mitra yang sesuai.

Bagi Kemenhaj, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan kebutuhan jemaah. Sementara itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing.

Keberhasilan program ini nantinya bergantung pada tindak lanjut penjajakan bisnis, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, serta terbentuknya kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan expo berpotensi menjadi pintu masuk bagi UMKM daerah untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus mendukung penyediaan kebutuhan jemaah haji dan umrah.

Berita Terkait

Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali
Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:03 WIB

UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Berita Terbaru