Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menekankan efisiensi, transparansi, dan peningkatan produktivitas BUMN untuk memperkuat manfaat pengelolaan aset negara bagi masyarakat (foto: kementerian sekretaris negara)

Presiden Prabowo Subianto menekankan efisiensi, transparansi, dan peningkatan produktivitas BUMN untuk memperkuat manfaat pengelolaan aset negara bagi masyarakat (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembenahan BUMN sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi perusahaan negara, menekan kerugian, dan memastikan pengelolaan aset memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong konsolidasi perusahaan yang tidak produktif agar kegiatan usaha negara lebih terarah.

Prabowo menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, efisiensi operasional, dan pertanggungjawaban perusahaan terhadap kepentingan publik.

Pembenahan BUMN Berfokus pada Efisiensi dan Produktivitas

Pembenahan BUMN, menurut Prabowo, tidak hanya menyangkut pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga perbaikan kinerja dan kualitas pengelolaan keuangan. Pemerintah ingin memusatkan sumber daya pada perusahaan yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi negara dan masyarakat.

Presiden menyebut pemerintah telah mengonsolidasikan sejumlah perusahaan negara. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan yang terus merugi, tidak efisien, atau terbukti memanipulasi laporan keuangan dapat menghadapi penutupan.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat akuntabilitas perusahaan negara. Namun, keputusan penutupan tetap perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing perusahaan, kewajiban hukumnya, serta dampak terhadap pekerja dan layanan publik.

Perbaikan Kinerja BUMN Perlu Didukung Tata Kelola yang Transparan

Prabowo menilai perbaikan tata kelola ekonomi membutuhkan proses yang konsisten. Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945, yang menjadi landasan pengelolaan perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial.

Baca Juga :  Suahasil Nazara Kembali ke Posisi Puncak Kemenkeu, Prabowo Resmi Lantiknya sebagai Menkeu

Sebagai gambaran potensi perbaikan, Presiden menyebut sejumlah perusahaan negara mampu meningkatkan keuntungan hingga ratusan persen setelah melakukan pembenahan. Meski demikian, penilaian keberhasilan restrukturisasi perlu melihat laporan keuangan, periode pembanding, dan kondisi usaha setiap perusahaan.

Karena itu, transparansi laporan keuangan menjadi unsur penting dalam memastikan peningkatan laba mencerminkan kinerja operasional yang nyata. Pemerintah juga perlu mengukur efisiensi melalui penghematan biaya, kualitas layanan, dan kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara.

Prabowo Minta Pelanggaran Konsesi Ditindak Tegas

Selain pembenahan BUMN, Prabowo menyoroti pengawasan perusahaan pemegang konsesi, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti berulang kali melanggar ketentuan.

Presiden menilai pemberian konsesi harus disertai tanggung jawab terhadap lingkungan dan kepatuhan pada peraturan. Apabila pelanggaran terbukti, pemerintah perlu menerapkan sanksi sesuai ketentuan hukum, termasuk pencabutan izin jika memenuhi persyaratan.

Baca Juga :  Hilirisasi Jadi Fokus, Prabowo Minta Penataan BUMN Berjalan Terukur

Penegakan aturan tersebut penting untuk menjaga kawasan hutan dan mencegah kerugian lingkungan. Selain itu, pengawasan yang konsisten dapat memperkuat kepastian hukum bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung jawab.

Penguatan SDM Lokal untuk Mengelola Sumber Daya Alam

Prabowo juga mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola perkebunan serta sektor usaha berbasis sumber daya alam.

Menurut Presiden, peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia dapat memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil peran dalam pengelolaan aset dan kegiatan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi kebutuhan keterampilan dan menghubungkannya dengan pendidikan serta pelatihan yang relevan.

Upaya tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Dengan dukungan pendidikan, teknologi, dan tata kelola yang baik, tenaga kerja lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah.

Pada akhirnya, pembenahan BUMN dan pengawasan konsesi perlu menghasilkan manfaat yang terukur. Efisiensi perusahaan, transparansi keuangan, perlindungan lingkungan, dan penguatan kapasitas SDM menjadi sejumlah aspek penting untuk memastikan pengelolaan aset negara berpihak pada kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim
Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Prioritaskan Istithaah Kesehatan dan Kesiapan Dokumen
Kemnaker Siapkan Teaching Factory dan Karirhub untuk Percepat Penyerapan Lulusan Kampus
Pemberdayaan Keluarga Sekolah Rakyat Dimulai dari Usaha Mikro di Bandung
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim

Berita Terbaru