Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terve Chocolate mengembangkan cokelat berbahan kakao lokal dengan variasi rasa yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Nusantara untuk memperluas pasar internasional (foto: kementerian perdagangan)

Terve Chocolate mengembangkan cokelat berbahan kakao lokal dengan variasi rasa yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Nusantara untuk memperluas pasar internasional (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – Terve Chocolate memperkenalkan inovasi cokelat bercita rasa Nusantara untuk memperluas pasar produk kakao Indonesia ke mancanegara. Melalui varian unik seperti rendang, tempe pedas, kunyit, dan daun kelor, produsen di bawah CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia itu berupaya menghadirkan identitas kuliner lokal dalam produk cokelat premium.

Inovasi tersebut mendapat tempat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui pameran ini, Terve Chocolate memperkenalkan karakter kakao Indonesia kepada pengunjung sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan pembeli internasional.

Terve Chocolate Kembangkan Cokelat dengan Identitas Kuliner Indonesia

Alih-alih hanya mengandalkan rasa cokelat konvensional, Terve Chocolate mengeksplorasi rempah dan makanan khas Indonesia sebagai inspirasi produk. Perusahaan ini mengembangkan cokelat hitam dengan kandungan kakao 65 persen yang memadukan cita rasa tempe renyah pedas (crispy tempe spicy) dan rendang Padang pedas.

Perwakilan Terve Chocolate, Abay, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berkembang setelah perusahaan mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa tempe dan rendang memiliki potensi untuk menarik perhatian konsumen internasional.

Selain kedua varian tersebut, Terve Chocolate juga mengeksplorasi bahan lokal lain, seperti daun kelor dan kunyit. Melalui pendekatan ini, perusahaan ingin membangun karakter produk yang membedakannya dari cokelat pada umumnya.

Pengolahan Kakao dari Hulu Menentukan Karakter Rasa

Terve Chocolate menerapkan konsep bean-to-bar, yakni mengolah biji kakao sejak tahap awal hingga menjadi cokelat siap konsumsi. Perusahaan menggunakan biji kakao yang telah melalui fermentasi untuk menonjolkan karakter rasa dari setiap daerah penghasil.

Baca Juga :  Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

Biji kakao dari Jembrana, Aceh, dan Cilacap, misalnya, menghadirkan karakter yang berbeda. Beberapa biji memiliki nuansa buah dan karamel, sedangkan lainnya menunjukkan karakter earthy atau menyerupai aroma tanah serta nutty yang mengingatkan pada kacang.

Karena itu, proses pemilihan bahan baku dan pengolahan menjadi bagian penting dalam pengembangan produk. Terve Chocolate tidak hanya mengejar variasi rasa, tetapi juga berupaya memperlihatkan keunikan kakao berdasarkan asal daerahnya.

Kemitraan dengan Petani Perkuat Kualitas Kakao

Pengembangan produk juga melibatkan petani kakao di 14 lokasi. Terve Chocolate memberikan pendampingan sejak perawatan tanaman hingga fermentasi biji untuk membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen.

Menurut Abay, sebagian petani masih membutuhkan pemahaman lebih baik mengenai fermentasi dan pengaruhnya terhadap nilai jual biji kakao. Padahal, pengolahan pascapanen yang tepat dapat meningkatkan mutu dan membuka peluang harga yang lebih baik.

Melalui keterlibatan di sisi hulu dan hilir, Terve Chocolate berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan petani sekaligus menjaga ketertelusuran asal bahan baku. Pendekatan tersebut juga membantu perusahaan mengenali karakter kakao dari setiap wilayah mitra.

Kakao Aceh Raih Pengakuan Internasional

Eksplorasi bahan baku membawa Terve Chocolate mengembangkan kakao dari Aceh, daerah yang lebih dikenal masyarakat melalui komoditas kopi. Upaya tersebut menghasilkan pencapaian ketika cokelat Aceh dari Terve Chocolate meraih medali perak dalam ajang Cacao of Excellence di Amsterdam, Belanda, pada 2026.

Baca Juga :  Layanan Antar Jemput Bandara Gratis Garuda Indonesia Resmi Hadir, Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya

Penghargaan itu menjadi salah satu bukti potensi kakao Indonesia untuk bersaing melalui kualitas dan karakter rasa. Namun, pengembangan pasar tetap membutuhkan konsistensi bahan baku, pengolahan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli.

Saat ini, Terve Chocolate telah mengekspor produknya ke Jepang dan Jerman. Perusahaan juga menjajaki peluang dengan sejumlah calon pembeli dari pasar lain untuk memperluas jangkauan ekspornya.

TEI Buka Peluang Perluasan Pasar Cokelat Indonesia

Dalam TEI ke-41, Terve Chocolate mengikuti pameran di Paviliun Archipelago of Cacao melalui fasilitasi Kementerian Perdagangan. Kehadiran tersebut memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dan calon pembeli, sekaligus menjelaskan proses fermentasi yang memengaruhi kualitas cokelat.

Terve Chocolate juga menyasar dua kelompok konsumen. Untuk pasar dewasa, perusahaan mengadopsi pendekatan yang menyerupai industri kopi melalui konsep single origin, house blend, dan fancy chocolate. Sementara itu, perusahaan mengembangkan cokelat susu dengan kandungan cokelat hitam untuk menjangkau konsumen anak-anak.

Bagi Terve Chocolate, pengembangan produk tidak berhenti pada eksperimen rasa. Perusahaan ingin menghubungkan kekayaan kakao Indonesia, inovasi pengolahan, dan kesejahteraan petani dalam satu rantai usaha.

Melalui pendekatan tersebut, Terve Chocolate berharap cokelat Indonesia semakin dikenal di pasar internasional. Perusahaan juga ingin membangun pertumbuhan usaha yang berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kakao dan kemitraan bersama petani.

Berita Terkait

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Berita Terbaru