Konferensi Imam Dunia Dorong Masjid Jadi Pusat Respons Isu Global

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta Konferensi Imam Dunia membahas peran imam dan masjid dalam merespons persoalan kemanusiaan, konflik, lingkungan, serta isu global (foto: kementerian agama)

Para peserta Konferensi Imam Dunia membahas peran imam dan masjid dalam merespons persoalan kemanusiaan, konflik, lingkungan, serta isu global (foto: kementerian agama)

Sisipublik.com – Konferensi Imam Dunia di Indonesia memperluas pembahasan mengenai peran tokoh agama dalam menghadapi persoalan global. Forum yang mempertemukan imam besar dan mufti dari 39 negara itu mendorong masjid agar berfungsi sebagai ruang dialog yang membahas konflik, lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berbagai persoalan kemanusiaan.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan forum tersebut tidak hanya membahas kepentingan umat Islam. Para peserta juga membicarakan kontribusi imam dalam merespons persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara luas.

Konferensi Imam Dunia Bahas Peran Masjid dalam Persoalan Kemanusiaan

Nasaruddin mengatakan para imam perlu mendorong masjid menjadi ruang aman bagi berbagai kelompok untuk membahas persoalan kemanusiaan. Menurut dia, fungsi tersebut dapat memperluas peran rumah ibadah dalam membangun dialog di tengah berbagai persoalan dunia.

“Bagaimana menjadikan masjid ini sebagai rumah aman untuk mendiskusikan dan membicarakan persoalan-persoalan kemanusiaan,” kata Nasaruddin pada Sabtu (26/9/2026).

Selain konflik, forum tersebut memasukkan isu kerusakan lingkungan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembahasan. Dengan demikian, peran imam tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menyentuh isu yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Verifikasi BPHTB Pemerintah Daerah Kini Maksimal Tiga Hari, Balik Nama Ditargetkan Selesai 10 Hari

Imam dari 39 Negara Bahas Respons terhadap Krisis Global

Pertemuan tersebut melibatkan lebih dari 40 peserta yang berasal dari 39 negara. Delegasi hadir dari sejumlah kawasan, antara lain Timur Tengah, Eropa, Amerika, Amerika Latin, dan Asia.

Para peserta kemudian membahas peran imam dalam menghadapi kondisi global yang diwarnai konflik, perang, dan bencana alam. Forum ini juga mengarahkan pembahasan pada penyusunan narasi keagamaan bersama yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Nasaruddin menyebut narasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada umat Islam. Para imam diharapkan dapat menyampaikan pesan yang berkaitan dengan perdamaian dan kemanusiaan kepada masyarakat dunia.

Gagasan itu mendapat tanggapan dari Grand Imam Italia Nader Akkad. Ia menilai para imam dari berbagai kawasan dapat membicarakan langkah bersama untuk merespons persoalan yang muncul di berbagai belahan dunia.

Menurut Akkad, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan politik. Lingkungan dan isu kemanusiaan lainnya juga membutuhkan perhatian serta kerja sama lintas kawasan.

Baca Juga :  Teknologi Pengendalian Rayap BRIN Bantu Warga Lindungi Bangunan dan Aset Kayu

Perdamaian Diperluas hingga Hubungan Manusia dan Alam

Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein juga menekankan peran imam dalam menyebarkan pesan perdamaian global dan membangun keharmonisan antara manusia dan alam.

Sejalan dengan itu, Nasaruddin mengatakan forum tersebut ingin memperluas pembahasan perdamaian. Hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan menjadi bagian dari gagasan yang dibicarakan para peserta.

Karena itu, forum tersebut tidak hanya mengarahkan perhatian pada hubungan antarmanusia, tetapi juga pada hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi tokoh agama terhadap persoalan global.

Forum Imam Dunia Diharapkan Berlanjut Secara Reguler

Pertemuan para imam tersebut diharapkan menghasilkan keputusan, rekomendasi, dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, penyelenggara berharap forum lintas negara tersebut dapat berlangsung secara reguler.

Dengan agenda tersebut, pertemuan para imam tidak hanya menjadi forum pertukaran pandangan keagamaan. Para peserta juga membahas bagaimana institusi masjid dan kepemimpinan imam dapat mengambil bagian dalam merespons konflik, menjaga lingkungan, serta memperkuat perdamaian dan kemanusiaan.

Berita Terkait

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter
Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang
Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian
Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI
Program Scorpène Jadi Ruang Penguatan Industri Kapal Selam Indonesia
Transformasi Layanan ATR/BPN Didorong Beri Kepastian bagi Masyarakat
Pengelolaan Gambut Berbasis Sains Jadi Fokus, Prabowo Siapkan Badan Nasional dan Perkuat Peran Desa
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:00 WIB

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIB

Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang

Minggu, 27 September 2026 - 13:00 WIB

Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian

Minggu, 27 September 2026 - 09:00 WIB

Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI

Berita Terbaru