Sisipublik.com – Karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 41 persen siswa yang menjalani pemeriksaan mengalami gigi berlubang.
Temuan tersebut mendorong Kemenkes memperkuat upaya promotif dan preventif melalui lingkungan sekolah. Pemerintah menilai pemeriksaan saja belum cukup apabila tidak diikuti perubahan kebiasaan dan tindak lanjut terhadap masalah yang ditemukan.
Karies gigi menjadi perhatian dalam CKG
Karies gigi anak sekolah menjadi perhatian karena pemeriksaan CKG menunjukkan masalah tersebut menempati posisi teratas di antara berbagai temuan kesehatan siswa. Kemenkes sebelumnya mencatat angka karies mencapai 40,9 persen berdasarkan data pemeriksaan CKG hingga Agustus 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi termasuk bagian penting dalam CKG anak sekolah. Karena itu, ia mendorong orang tua dan sekolah memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi siswa sejak dini.
Menurut Dante, pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan masalah sebelum keluhan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Ia juga mendorong pemeriksaan gigi setiap enam bulan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak.
Sekolah berperan membangun kebiasaan
Kemenkes melihat sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku kesehatan anak. Selain melalui pemeriksaan, edukasi dapat berjalan melalui kegiatan UKS, dokter kecil, pramuka, dan aktivitas sekolah lainnya.
Karena itu, siswa perlu mendapat pengetahuan praktis mengenai cara menyikat gigi yang benar, pilihan makanan yang mendukung kesehatan gigi, serta penggunaan pasta gigi berfluoride. Sekolah juga dapat mengenalkan tanda awal gigi berlubang agar siswa lebih cepat melaporkan keluhan.
Selain itu, kebiasaan menyikat gigi perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Kemenkes menganjurkan anak menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur pada malam hari.
Pemeriksaan perlu dilanjutkan dengan perawatan
Program CKG sendiri tidak hanya bertujuan menemukan masalah kesehatan. Kemenkes menempatkan tindak lanjut sebagai bagian penting dari pelaksanaan program pada 2026. Pemeriksaan anak sekolah mencakup sejumlah aspek, termasuk status gizi, indera, gigi, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan lain sesuai kelompok usia.
Dengan demikian, temuan gigi berlubang perlu mendapat perhatian setelah pemeriksaan. Langkah tersebut sejalan dengan arah CKG yang mendorong penanganan terhadap masalah kesehatan yang ditemukan, bukan sekadar menghasilkan data pemeriksaan.
Bagi keluarga, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah perawatan. Sementara itu, sekolah dapat membantu membangun lingkungan yang mendukung kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara konsisten.
BKGN 2026 dorong kepedulian sejak usia sekolah
Penguatan edukasi kesehatan gigi juga menjadi bagian dari Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat” dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut”.
BKGN 2026 melibatkan Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.
Kick-off BKGN 2026 berlangsung di SDN Menteng 01, Jakarta, pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, dan praktik menyikat gigi bersama siswa.
Wakil Ketua PB PDGI drg. Tari Tritarayati mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan gigi perlu berlanjut dari pemeriksaan menuju perawatan dan pembentukan kebiasaan sehari-hari.
Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan gigi sejak usia sekolah. Langkah tersebut sekaligus melengkapi upaya CKG dalam mendeteksi masalah kesehatan dan mendorong tindak lanjut bagi anak yang membutuhkan.











Komentar