Hilirisasi Jadi Fokus, Prabowo Minta Penataan BUMN Berjalan Terukur

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di Hambalang, Kabupaten Bogor (foto : kementerian sekretaris negara)

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di Hambalang, Kabupaten Bogor (foto : kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama jajaran Danantara dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).

Presiden menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Bahlil, serta sejumlah pejabat Danantara. Pertemuan tersebut membahas penguatan hilirisasi sumber daya alam sekaligus perkembangan penataan perusahaan negara.

Pemerintah menempatkan percepatan hilirisasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Selain itu, kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong investasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Danantara juga menjalankan sejumlah proyek hilirisasi di sektor strategis. Pemerintah menyebut program tersebut mencakup pengolahan batu bara, tembaga, emas, garam industri, aluminium, hingga pengolahan sampah menjadi energi.

Penataan BUMN Masuk Tahap Konsolidasi

Selain hilirisasi, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan penataan BUMN. Pemerintah menyatakan telah menutup 290 perusahaan negara yang dinilai tidak menguntungkan atau memiliki kinerja yang tidak baik.

Baca Juga :  Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional

Prabowo sebelumnya menyebut langkah tersebut menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun. Pemerintah kemudian berencana melanjutkan konsolidasi terhadap perusahaan negara yang tidak memenuhi kinerja yang diharapkan.

Dalam pertemuan di Hambalang, Presiden menekankan agar proses penataan berjalan secara terukur. Pemerintah ingin membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, sehat, dan profesional.

Dengan demikian, restrukturisasi tidak hanya berorientasi pada pengurangan jumlah perusahaan. Pemerintah juga mengarahkannya pada peningkatan produktivitas serta kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.

Rencana konsolidasi tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara. Danantara sebelumnya menyampaikan bahwa proses streamlining dapat menggunakan sejumlah skema, termasuk divestasi, merger, likuidasi, dan konsolidasi vertikal.

Hilirisasi dan Efisiensi BUMN Saling Berkaitan

Kebijakan hilirisasi dan penataan BUMN memiliki keterkaitan dalam strategi pemerintah memperkuat peran perusahaan negara. Pemerintah ingin perusahaan yang tetap beroperasi memiliki kapasitas bisnis yang lebih sehat dan mampu mendukung agenda industrialisasi.

Baca Juga :  Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Karena itu, Prabowo meminta proses penataan berjalan menyeluruh. Pemerintah juga perlu memastikan restrukturisasi memberikan dampak nyata terhadap efisiensi dan kinerja perusahaan.

Agenda tersebut sejalan dengan arah pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Pemerintah sebelumnya melaporkan sejumlah proyek hilirisasi telah masuk tahap pelaksanaan melalui Danantara.

Pertemuan di Hambalang turut dihadiri COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Melalui pertemuan tersebut, pemerintah kembali menegaskan dua agenda ekonomi yang berjalan beriringan, yakni mempercepat hilirisasi sumber daya alam dan memperbaiki tata kelola perusahaan negara.

Berita Terkait

Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim
Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Prioritaskan Istithaah Kesehatan dan Kesiapan Dokumen
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga

Berita Terbaru