Sisipublik.com – Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersilaturahmi dengan keluarga Bung Hatta di Menteng, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas pelestarian warisan sejarah Bung Hatta serta upaya mengenalkan kembali perjuangan sang proklamator kepada generasi muda.
Dalam kunjungan itu, Fadli Zon bertemu Meutia Farida Hatta dan Halida Nuriah Hatta. Kediaman tersebut memiliki nilai sejarah karena Bung Hatta menempatinya sebagai rumah tinggal sejak 1942 hingga 1980.
Selain itu, pertemuan berlangsung dalam rangka memperingati 124 tahun kelahiran Bung Hatta yang jatuh pada 12 Agustus 1902. Fadli Zon mengatakan, pelestarian warisan sejarah Bung Hatta menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan.
“Kita membicarakan terutama masih dalam suasana menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan ke-81. Sosok Bung Hatta merupakan sosok dwi tunggal dengan Bung Karno sebagai proklamator,” ungkap Menteri Kebudayaan.
Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta
Selanjutnya, Kementerian Kebudayaan menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pelestarian berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Bung Hatta. Salah satunya melalui revitalisasi rumah pengasingan atau bekas rumah tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi.
Bangunan yang berada di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, tersebut akan dikembangkan sebagai Museum Rumah Pengasingan Hatta dan Sjahrir. Langkah itu bertujuan memperkuat pemanfaatan situs sejarah sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Menbud juga mendorong penetapan vila peristirahatan Bung Hatta di Megamendung sebagai Cagar Budaya Nasional. Upaya tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap berbagai tempat yang memiliki hubungan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan Bung Hatta.
Tidak hanya melalui museum dan pelestarian situs, Kementerian Kebudayaan juga merancang film tentang Bung Hatta. Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan film sejarah dan perjuangan di tengah pertumbuhan industri perfilman nasional.
Menurut Fadli Zon, generasi muda perlu mengenal perjalanan hidup serta perjuangan Bung Hatta. Karena itu, Kementerian Kebudayaan ingin membangun sinergi dengan keluarga para proklamator, pahlawan nasional, dan perintis kemerdekaan.
“Salah satunya adalah tentang Bung Hatta dan juga tentu saja banyak hal lain yang terkait dengan perjuangan Bung Hatta yang perlu diketahui oleh generasi muda,” jelasnya.
Menjaga Keteladanan Tokoh Perjuangan
Lebih lanjut, Fadli Zon menilai pengenalan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa tidak sekadar menjaga ingatan sejarah. Menurut dia, kisah perjuangan para tokoh juga dapat menghadirkan nilai keteladanan bagi generasi muda.
“Kita berharap bersinergi dengan keluarga dari proklamator, pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, termasuk sosok-sosok yang sangat berjasa bagi kepentingan bangsa negara ini, selain dikenal oleh generasi muda, juga menjadi contoh keteladanan yang luar biasa pengorbanan dan perjuangannya,” lanjut Menbud.
Selain itu, Menteri Kebudayaan menyampaikan rencana pembangunan replika Rumah Proklamasi. Pemerintah nantinya akan memanfaatkan replika tersebut sebagai Museum Proklamasi. Kepada keluarga Bung Hatta, Fadli Zon menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan menempatkan replika Rumah Proklamasi di lokasi aslinya. Saat ini, lokasi tersebut menjadi tugu petir. Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon turut didampingi Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani.
Berbagai langkah itu memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap peninggalan, situs, dan narasi sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Bung Hatta. Melalui museum, pelestarian cagar budaya, revitalisasi situs bersejarah, dan film sejarah, pemerintah berharap generasi muda semakin mengenal perjalanan para pendiri bangsa.
Kunjungan tersebut sekaligus mempererat silaturahmi Menteri Kebudayaan dengan keluarga Bung Hatta. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk membahas berbagai langkah mengenalkan dan menjaga warisan sejarah Bung Hatta bagi generasi penerus.











Komentar