Sisipublik.com – Peran Pramuka membentuk karakter generasi muda kembali mendapat perhatian dalam peringatan Hari Pramuka ke-65. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto pada upacara peringatan tersebut di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8) sore.
Pada kesempatan itu, Erick membacakan amanat Presiden di hadapan ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Pesan tersebut menekankan posisi Gerakan Pramuka dalam membangun karakter, mental kepemimpinan, serta kepedulian generasi muda.
Karena itu, peran Pramuka membentuk karakter generasi muda tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Pemerintah mendorong Gerakan Pramuka menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter bangsa.
“Bapak Presiden menitipkan pesan bahwa Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” tegas Menpora Erick Thohir saat membacakan sambutan Presiden.
Peran Pramuka Membentuk Karakter Generasi Muda
Dalam amanat tertulis Presiden, terdapat tiga karakter utama yang perlu dimiliki pemuda Indonesia saat ini. Ketiganya yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Ketiga karakter tersebut telah mendapat persetujuan dalam Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang disusun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selanjutnya, nilai-nilai tersebut perlu mendapat penguatan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan pemuda.
Selain itu, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut Gerakan Pramuka terus menyesuaikan diri. Meski demikian, perubahan tersebut tetap perlu berjalan bersama nilai dasar seperti disiplin, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah mendorong sinergi lintas kementerian. Kolaborasi itu terutama melibatkan Kemenpora, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas. Pembentukan karakter terjadi melalui latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi,” lanjut Menpora.
Pramuka Diajak Jaga Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Erick juga mengajak seluruh anggota Pramuka mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan serta memberikan kontribusi nyata sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
Menurut Erick, generasi muda memiliki posisi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, anggota Pramuka perlu terus mengembangkan kemampuan melalui proses belajar, latihan, karya, dan kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan.
“Indonesia Emas 2045 adalah masa depan kalian. Bapak Presiden berpesan agar adik-adik Pramuka terus belajar, berlatih, berkarya, dan menjaga persatuan bangsa,” pungkas Menpora Erick Thohir.
Upacara Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke-XII tersebut turut dihadiri Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso. Hadir pula Sekretaris Jenderal World Organization of the Scout Movement (WOSM) David Berg.
Selain itu, jajaran pengurus Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti kegiatan tersebut.











Komentar