Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Capai 4.770, Pendaftaran Dibuka Agustus

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Seleksi dijadwalkan mulai Agustus (Ilustrasi AI: sisipublik.com)

Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Seleksi dijadwalkan mulai Agustus (Ilustrasi AI: sisipublik.com)

Sisipublik.com –  Pemerintah menyiapkan formasi sekolah kedinasan 2026 sebanyak 4.770 kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemerintah berencana mengumumkan pembukaan seleksi peserta didik pada Agustus 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meminta putra-putri Indonesia yang berminat mengikuti sekolah kedinasan agar mempersiapkan diri secara optimal.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Rini di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Adapun formasi sekolah kedinasan 2026 mencapai 4.770 formasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang menyediakan 3.257 formasi.

Setelah pengumuman resmi terbit, peserta dapat melakukan pendaftaran melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendaftaran dapat diakses melalui laman sscasn.bkn.go.id.

Tahun ini, sembilan instansi membuka formasi sekolah kedinasan di bawah naungannya. Instansi tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Diperkuat, Lima Pesawat TNI AU Bergerak ke Kalimantan

Kementerian Perhubungan menaungi 22 sekolah kedinasan dalam seleksi tahun ini. Sementara itu, setiap instansi menetapkan jumlah kebutuhan sesuai bidang dan kebutuhan masing-masing.

Seleksi Tetap Menggunakan CAT

Untuk menjaga proses seleksi berjalan objektif, peserta tetap mengikuti Computer Assisted Test (CAT). Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam seleksi CASN karena membantu menjaga proses ujian tetap terukur.

Menteri Rini juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh. Menurut dia, hasil akhir bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Menteri Rini.

Karena itu, peserta perlu mengandalkan kemampuan sendiri dan mengikuti seluruh ketentuan seleksi. Selain peserta, orang tua juga memiliki peran dalam memberikan dukungan selama proses persiapan.

Menteri Rini meminta para orang tua mendukung putra-putrinya yang ingin mendaftar sekolah kedinasan. Dukungan dari keluarga, menurutnya, dapat membantu peserta menjalani persaingan secara sehat.

SKD Sekolah Kedinasan Dijadwalkan September 2026

Pemerintah menargetkan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berlangsung pada September 2026. Seperti seleksi CASN lainnya, SKD sekolah kedinasan mencakup tiga materi utama.

Baca Juga :  PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Cadangan Listrik Sumut Jadi Sorotan Jelang Nataru

Ketiga materi tersebut terdiri atas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Selanjutnya, peserta yang mengikuti SKD akan menjalani seleksi lanjutan. Namun, masing-masing sekolah kedinasan akan mengatur jadwal dan ketentuan tahapan berikutnya.

Rini kembali mengimbau peserta untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta percaya terhadap kemampuan diri. Ia berharap seluruh rangkaian seleksi dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Menteri Rini.

Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026

Berikut rincian 4.770 formasi sekolah kedinasan yang tersedia pada 2026:

  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri): 1.410 formasi
  2. 22 Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi
  3. Politeknik Keuangan Negara-STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi
  4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi
  5. Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik): 564 formasi
  6. Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi
  7. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi
  8. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi
  9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi

Total: 4.770 formasi.

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Berita Terbaru