Sidang Tahunan MPR 2026 Hadirkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI (foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI (foto: BPMI Setpres)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/08/2026). Presiden tiba sekitar pukul 08.10 WIB untuk menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Kedatangan Presiden Prabowo mendapat sambutan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Sidang Tahunan MPR 2026 berlangsung melalui sejumlah agenda konstitusional. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, seluruh peserta sidang mengikuti mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR RI untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Sidang Tahunan MPR 2026 Teguhkan Persatuan Kebangsaan

Selanjutnya, Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI sekaligus menyampaikan pidato pengantar sidang. Agenda berlanjut dengan pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Ahmad Muzani menilai Sidang Tahunan MPR RI bukan sekadar agenda konstitusional. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujar Ketua MPR RI.

Baca Juga :  Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku

Ia kemudian menjelaskan bahwa janji tersebut berkaitan dengan tanggung jawab menjaga kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa. Selain itu, perbedaan politik tidak boleh mengganggu persaudaraan kebangsaan.

“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” tuturnya.

Sementara itu, Sultan Bachtiar Najamudin menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kesepakatan dan persatuan berbagai daerah, bahasa, serta suku. Semangat tersebut menjadi dasar untuk membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.

“Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” lanjutnya.

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Soroti Sumpah Kepemimpinan

Setelah rangkaian pidato pengantar selesai, Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Dalam pidatonya, Presiden mengingat kembali momen ketika mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Saat itu, Prabowo mengucapkan sumpah di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga :  Beasiswa Unggulan 2026 Buka Pendaftaran Lima Hari, Ini Syarat IPK dan Batas Usianya

“Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo kemudian menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa secara tulus serta jujur. Ia juga menempatkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia sebagai prioritas.

“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Sidang tersebut turut di hadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Selain itu, sejumlah duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga negara, dan menteri Kabinet Merah Putih juga hadir dalam agenda kenegaraan tersebut.

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru