Penguatan Lereng Lembah Anai, Kementerian PU Tuntaskan 901 Titik Borepile

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian PU memperkuat lereng dan struktur Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. (foto: Kementerian pu)

Kementerian PU memperkuat lereng dan struktur Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. (foto: Kementerian pu)

Sisipublik.com – Penguatan lereng Lembah Anai terus menjadi perhatian Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menjaga keamanan dan ketahanan Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin, Sumatera Barat. Pemerintah memperkuat sejumlah bagian jalan dan lereng pada segmen KM 61+600 sampai KM 67+400 dengan panjang sekitar 5,8 kilometer.

Pekerjaan tersebut menyasar kawasan yang mengalami dampak banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Karena itu, Kementerian PU tidak hanya memperbaiki bagian jalan yang terdampak, tetapi juga memperkuat struktur lereng serta sistem pengelolaan air di sepanjang kawasan rawan.

Penguatan lereng Lembah Anai mencakup 901 titik borepile

Menteri PU Dody Hanggodo menilai pemulihan kawasan tersebut membutuhkan penanganan menyeluruh. Menurutnya, perbaikan badan jalan harus berjalan bersama dengan penguatan tebing dan pengendalian aliran air.

“Kalau kita menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama. Karena itu seluruh penanganan di kawasan ini dilakukan secara permanen agar lebih aman dan berkelanjutan,” tegas Menteri Dody.

Baca Juga :  Sherly Tjoanda Fokus Perluas Akses Kesehatan dan Bantuan Sosial untuk Warga Maluku Utara

Selanjutnya, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga mengerjakan sejumlah titik kritis menggunakan berbagai teknik perkuatan. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan soldier pile, shotcrete dan soil nailing, bronjong, terramesh, retaining wall concrete (RWC), serta geomat HDPE.

Salah satu bagian penting dari proyek tersebut berupa pemasangan 901 titik borepile. Struktur ini membantu meningkatkan kestabilan lereng sekaligus menjaga keamanan badan jalan di area yang memiliki tingkat kerawanan longsor.

Perkuat tebing dan sistem drainase

Selain memasang struktur penahan, Kementerian PU juga memperkuat tebing dan membenahi drainase. Langkah tersebut bertujuan mengurangi dampak aliran air permukaan serta gerusan yang dapat memengaruhi kondisi jalan dan lereng.

Dengan pendekatan terpadu, pemerintah menangani bagian permukaan sekaligus struktur pendukung jalan. Langkah ini penting karena kondisi medan Lembah Anai memiliki karakter yang cukup kompleks dan membutuhkan sistem perlindungan yang saling terhubung.

Kemudian, Kementerian PU mengerahkan berbagai alat berat untuk menunjang pekerjaan di lapangan. Peralatan tersebut antara lain excavator, pile machine, vibro, dump truck, asphalt finisher, dan pneumatic tire roller (PTR).

Baca Juga :  Warga Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik untuk Mobilitas Harian, Lebih Hemat dan Praktis

Proyek senilai Rp460,4 miliar rampung Juli 2026

Paket pekerjaan penanganan kawasan Lembah Anai mulai berjalan pada 28 November 2025. Kontraktor kemudian menuntaskan seluruh pekerjaan pada 26 Juli 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp460,4 miliar.

PT Hutama Karya Infrastruktur mengerjakan proyek tersebut dengan dukungan berbagai peralatan konstruksi. Penyelesaian pekerjaan menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan keandalan jalur nasional yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.

Kementerian PU berharap penguatan struktur jalan, lereng, tebing, dan drainase dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap infrastruktur di kawasan tersebut. Dengan begitu, Ruas Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin dapat terus menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, penanganan Lembah Anai menjadi bagian dari komitmen #PU608 untuk menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Kementerian PU Pasok Air, Penanganan Karhutla Muaro Jambi Berlanjut hingga Pendinginan
SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Berita Terbaru