Sisipublik.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong pemerintah daerah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perubahan pasar kerja. Green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian karena peluangnya terus berkembang seiring transformasi usaha dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Perubahan aktivitas ekonomi turut menghadirkan berbagai profesi dengan kebutuhan keahlian yang berbeda. Karena itu, pemerintah daerah perlu memetakan potensi usaha di wilayah masing-masing agar pendidikan dan pelatihan mampu mengikuti bidang pekerjaan yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja.
Green Jobs Perlu Masuk Pemetaan Kebutuhan Daerah
Green jobs menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi perubahan dunia kerja. Afriansyah meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pekerjaan konvensional, tetapi juga mulai mengenali jenis profesi yang berkembang akibat perubahan teknologi dan pola industri.
“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujar Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, persiapan tersebut tidak hanya menyasar lulusan baru. Para pekerja yang sudah berada di dunia profesional juga membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan atau upskilling serta mempelajari keterampilan baru melalui reskilling.
Dengan demikian, peningkatan kompetensi dapat mengikuti perubahan kebutuhan profesi. Kemnaker, kata Afriansyah, siap mendukung langkah tersebut melalui satuan pelayanan pelatihan yang tersedia di berbagai daerah.
Fasilitas pelatihan itu dapat membantu pemerintah menyusun materi pembelajaran sesuai karakter ekonomi lokal. Selain itu, program tersebut dapat di arahkan pada bidang yang memiliki peluang kerja berdasarkan kebutuhan perusahaan di wilayah masing-masing.
Perusahaan Didorong Perkuat Link and Match
Selain pemerintah dan lembaga pendidikan, perusahaan juga memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja. Afriansyah menilai penyusunan materi pelatihan perlu melibatkan dunia usaha agar kemampuan peserta didik lebih sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan pemberi kerja.
Sebab, ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi lulusan dan kebutuhan perusahaan masih menjadi salah satu tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match.
Skema tersebut dapat berjalan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat. Dengan pola ini, proses pembelajaran tidak hanya memberikan pemahaman akademis, tetapi juga membantu peserta didik mengenal kebutuhan dunia profesional.
“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” kata Afriansyah.
Lebih lanjut, keterlibatan perusahaan dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi pekerjaan. Peserta didik dapat memahami standar kerja, budaya profesional, hingga keterampilan praktis yang mereka perlukan dalam aktivitas sehari-hari.
Investasi Perlu Diiringi Kompetensi Tenaga Kerja
Di sisi lain, penguatan kompetensi SDM juga berkaitan erat dengan masuknya investasi ke daerah. Penanam modal dapat membuka peluang ekonomi baru, tetapi manfaat investasi akan semakin optimal apabila daerah memiliki calon pekerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor usaha.
Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan sektor ekonomi sejak awal. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang relevan sekaligus menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan perkembangan usaha.
Langkah tersebut juga penting untuk menghadapi perubahan akibat otomatisasi, perkembangan teknologi, dan penerapan praktik ramah lingkungan. Dengan persiapan yang tepat, masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tutur Afriansyah.











Komentar