Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal di Tengah El Nino

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal (foto: kementerian sekretaris negara)

Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Karhutla akibat El Nino menjadi perhatian pemerintah setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan secara maksimal dan terkoordinasi. Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah memperkuat pemantauan titik api serta menyiapkan berbagai sarana untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan karhutla, terutama di wilayah yang menghadapi kondisi cuaca sangat kering. Pemerintah juga mengerahkan sejumlah langkah, mulai dari pemantauan titik api hingga persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kondisi karhutla akibat El Nino turut mendapat perhatian khusus di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur. Prasetyo menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers kepada awak media di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (10/08/2026).

“Dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Mensesneg.

Karhutla akibat El Nino di Sejumlah Wilayah

Menurut Prasetyo, pemerintah memberikan perhatian terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait.

Baca Juga :  PM-AAS Indramayu Tembus 12,35 Ton per Hektare, Soppeng Bertahan di Tengah Kekeringan

Selain itu, koordinasi melibatkan Pangdam, Kapolda, Menteri Kehutanan, serta jajaran dan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Langkah tersebut bertujuan mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, kemudian dengan Pangdam, dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut, beserta dengan seluruh jajaran dan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” ungkap Mensesneg.

Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain mengoptimalkan penanganan di lapangan, pemerintah juga memanfaatkan teknologi untuk membantu pengendalian karhutla. Pada Senin pagi, Prasetyo menyebut pemerintah telah menggelar rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Rapat tersebut membahas rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pemerintah tidak dapat menerapkan OMC secara merata di seluruh wilayah karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi teknis.

Karena itu, pemerintah terus memantau situasi dan menyiapkan berbagai sarana pendukung. Peralatan tersebut mencakup water bombing, helikopter, serta pesawat yang dapat membantu penanganan karhutla sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Karhutla Kalteng: Prabowo Tambah Armada Udara dan Perkuat Pencegahan Titik Api

“Kami tadi pagi juga rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca. Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” katanya.

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Di sisi lain, pemerintah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Cuaca tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya percikan api yang kemudian berkembang menjadi kebakaran.

Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan bersama menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah api berkembang dan meluas.

“Sambil juga tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” pungkasnya.

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru