Sisipublik.com – PSEL Legok Nangka menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan di Jawa Barat. PT PLN (Persero) memastikan kesiapan menyerap listrik yang dihasilkan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tersebut melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) selama 20 tahun. Langkah ini mendukung pemanfaatan sampah menjadi energi sekaligus memperkuat pasokan listrik bersih bagi masyarakat.
Saat ini, proyek yang berlokasi di Kabupaten Bandung tersebut memasuki tahap konstruksi dan menargetkan operasi komersial pada 2029. Fasilitas itu mampu mengolah sekitar 2.131 ton sampah setiap hari serta menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt (MW) atau sekitar 310 gigawatt-hour (GWh) per tahun.
PSEL Legok Nangka Dukung Energi Bersih dan Pengelolaan Sampah
PSEL Legok Nangka juga menjadi bagian penting dalam program pemerintah untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan melalui konsep waste to energy. Pada Maret 2026, PLN menandatangani PJBL dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) sebagai pelaksana proyek yang di tunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nantinya, listrik dari fasilitas tersebut akan masuk ke jaringan PLN dan di manfaatkan oleh masyarakat.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan pembangunan proyek ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Proyek tersebut mendukung target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menitikberatkan penyelesaian persoalan sampah secara menyeluruh sebelum 2029.
Solusi Jangka Panjang untuk Bandung Raya
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai PSEL Legok Nangka menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya. Ia optimistis proyek tersebut mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
eberadaan pembangkit berbasis sampah itu juga memperkuat ketersediaan energi yang di butuhkan sektor industri dan investasi di Jawa Barat. Dengan demikian, manfaat proyek tidak hanya di rasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
PLN Pastikan Serap Seluruh Produksi Listrik
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan PLN siap menjalankan arahan pemerintah dengan menyerap listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka sesuai kesepakatan PJBL selama 20 tahun.
Menurutnya, kepastian pembelian listrik tersebut memberikan dukungan bagi keberlanjutan investasi sekaligus mempercepat pengembangan pembangkit berbasis pengolahan sampah di Indonesia.
Suroso menjelaskan bahwa pengembangan PSEL tidak hanya memperkuat bauran energi baru terbarukan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan. (j/*)











Komentar