Teknologi Pengolahan Bijih Nikel, Inovasi Baru BRIN Mampu Manfaatkan Hampir Seluruh Material

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi Pengolahan Bijih Nikel, Inovasi Baru BRIN Mampu Manfaatkan Hampir Seluruh Material (foto: ramajayaki)

Teknologi Pengolahan Bijih Nikel, Inovasi Baru BRIN Mampu Manfaatkan Hampir Seluruh Material (foto: ramajayaki)

Sisipublik.com – Teknologi Pengolahan Bijih Nikel BRIN terus menunjukkan perkembangan penting dalam mendukung industri mineral nasional. Tim peneliti dari Pusat Riset Metalurgi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan metode pengolahan bijih nikel yang lebih efisien, fleksibel, dan mampu mengurangi limbah secara signifikan. Inovasi tersebut bahkan mampu memanfaatkan hingga 98 persen material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah sehingga nilai tambah sumber daya mineral meningkat.

Peneliti BRIN, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa kandungan nikel dalam bijih umumnya hanya sekitar 1 hingga 2 persen. Karena itu, sebagian besar material lain sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui pendekatan baru ini, tim peneliti berupaya mengolah seluruh komponen di dalam bijih agar menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus menekan jumlah limbah.

Teknologi Pengolahan Bijih Nikel BRIN Mampu Olah Dua Jenis Bijih

Teknologi Pengolahan Bijih Nikel BRIN menawarkan keunggulan karena dapat mengolah dua jenis bijih sekaligus, yakni saprolit dan limonit. Berbeda dengan teknologi yang banyak digunakan saat ini, metode tersebut tidak hanya berfokus pada satu jenis bijih sehingga proses menjadi lebih fleksibel mengikuti karakteristik cadangan nikel Indonesia.

Selain itu, tim peneliti mengembangkan teknologi ini melalui modifikasi proses Caron yang telah di sesuaikan dengan kondisi sumber daya mineral di Indonesia. Menurut Iwan, kualitas cadangan nikel terus berubah sehingga industri membutuhkan teknologi yang mampu beradaptasi dengan berbagai karakteristik bijih.

Baca Juga :  Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan

Di sisi lain, metode tersebut juga membantu menekan kebutuhan energi jika di bandingkan dengan proses pirometalurgi konvensional. Langkah ini sekaligus mendukung pengolahan mineral yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tidak Hanya Menghasilkan Nikel

Keunggulan lain dari inovasi ini terletak pada pemanfaatan unsur lain yang terdapat di dalam bijih nikel. Tim peneliti tidak hanya mengambil nikel, tetapi juga mengolah besi dan magnesium menjadi produk bernilai tambah.

Selanjutnya, besi dapat menjadi bahan baku Fe2O3 untuk pigmen maupun besi oksalat yang mendukung industri baterai. Sementara itu, magnesium dapat di olah menjadi berbagai senyawa yang di butuhkan sektor industri.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang kini berkembang di berbagai negara. Melalui konsep tersebut, seluruh komponen mineral di manfaatkan secara optimal sehingga limbah semakin berkurang dan nilai ekonomi meningkat.

Sudah Menghasilkan Lima Paten

Pengembangan teknologi ini telah mencapai tahap laboratorium hingga semi-pilot. Tim peneliti berhasil menguji proses pengolahan dalam kapasitas puluhan sampai ratusan kilogram untuk memastikan teknologi berjalan dengan baik.

Baca Juga :  IIMS Surabaya 2026 Cetak Rekor Kunjungan, Lebih dari 36 Ribu Pengunjung Hadiri Pameran Otomotif

Lebih lanjut, inovasi tersebut telah melahirkan sekitar lima paten yang berkaitan dengan proses pengolahan nikel. Capaian ini menunjukkan kemampuan riset dalam negeri untuk menghadirkan solusi teknologi yang kompetitif.

Meski begitu, tim peneliti masih menghadapi tantangan berikutnya, yaitu membangun fasilitas pilot plant berskala lebih besar. Fasilitas tersebut akan membantu menguji kelayakan teknis sekaligus aspek ekonomi sebelum industri mengadopsi teknologi ini secara luas.

Dukung Hilirisasi dan Kemandirian Industri Nasional

Indonesia memiliki cadangan mineral yang sangat besar sehingga peluang meningkatkan nilai tambah industri masih terbuka lebar. Karena itu, pengembangan teknologi pengolahan mineral hasil riset dalam negeri menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing nasional.

Iwan menilai riset metalurgi tidak hanya berperan pada komoditas nikel, tetapi juga dapat mendukung pengembangan logam strategis lainnya, seperti titanium, logam tanah jarang, hingga kelompok logam platina.

Melalui inovasi tersebut, BRIN berharap industri nasional mampu memanfaatkan sumber daya mineral secara optimal, meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi limbah, sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah yang lebih tinggi. (j/*)

Berita Terkait

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi, Kenali Cara Kerja Proxy BlockAway
Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri
Top Up e-Toll atau e-Money: Pilih Cara Lewat HP, Minimarket, atau ATM
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah

Berita Terbaru