Sisipublik.com – Pertanian Modern Banten menjadi fokus Pemerintah Provinsi Banten untuk menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian. Langkah ini muncul karena sebagian besar petani di daerah tersebut sudah berusia di atas 50 tahun, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, menyebut dominasi petani lanjut usia berpotensi memengaruhi ketahanan pangan daerah pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah terus mendorong kaum muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Pertanian Modern Banten Dorong Regenerasi Petani
Pertanian Modern Banten tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengubah pandangan generasi muda terhadap profesi petani. Selama ini, sebagian anak muda masih menganggap pertanian identik dengan pekerjaan berat dan kurang menjanjikan.
Padahal, menurut Nasir, sektor pertanian mampu menghasilkan pendapatan yang kompetitif apabila dikelola secara profesional dan memanfaatkan teknologi. Bahkan, lahan yang terbatas dapat memberikan keuntungan tinggi jika petani memilih komoditas bernilai ekonomi dan menerapkan manajemen yang tepat.
Karena itu, Dinas Pertanian Provinsi Banten menghadirkan sejumlah program untuk mempercepat regenerasi. Program tersebut mencakup pembentukan Petani Muda Milenial, penunjukan duta pertanian atau agriculture ambassador, serta pembentukan Brigade Pangan.
Brigade Pangan Libatkan Sarjana Muda
Melalui Brigade Pangan, pemerintah memberikan kepercayaan kepada kalangan muda, termasuk sarjana pertanian, untuk mengelola kawasan pertanian seluas 150 hektare. Pemerintah juga menyediakan dukungan dari hulu hingga hilir, termasuk sarana produksi dan alat mesin pertanian modern.
Selain itu, pola pengelolaan yang lebih profesional diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menarik lebih banyak anak muda untuk terjun ke bidang pertanian.
Pertanian Modern Banten Terapkan Smart Farming
Selanjutnya, Pertanian Modern Banten terus berkembang melalui penerapan sistem smart farming. Salah satu fasilitas yang dikembangkan ialah smart screenhouse yang memungkinkan budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi secara lebih presisi.
Teknologi Internet of Things (IoT) membantu petani mengatur kebutuhan tanaman, mulai dari pemupukan digital hingga pengendalian suhu lingkungan. Dengan demikian, kegiatan budidaya menjadi lebih efisien dan hasil panen dapat meningkat.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten juga mengirimkan 21 pemuda untuk mengikuti program magang pertanian di Jepang pada April lalu. Program tersebut bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian modern yang berkembang di negara tersebut.
Fasilitas Modern Jadi Kunci Minat Anak Muda
Nasir berharap peserta magang dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia. Namun, keberhasilan regenerasi petani juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.
Menurut dia, generasi muda memerlukan alat pertanian berbasis teknologi agar tetap tertarik mengembangkan sektor ini. Dengan dukungan tersebut, pertanian modern dapat menjadi profesi yang lebih menarik sekaligus memperkuat ketahanan pangan Banten pada masa mendatang. (j/*)










Komentar