Percepatan Revitalisasi Sekolah Jadi Fokus Prabowo, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Diperbarui

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Percepatan Revitalisasi Sekolah Jadi Fokus Prabowo, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Diperbarui (foto: instragram sekretariat.kabinet)

Percepatan Revitalisasi Sekolah Jadi Fokus Prabowo, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Diperbarui (foto: instragram sekretariat.kabinet)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong Percepatan Revitalisasi Sekolah sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional. Komitmen tersebut mengemuka saat Presiden menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah program strategis di sektor pendidikan. Selain peningkatan kualitas sarana belajar, pemerintah juga menyiapkan langkah konkret melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan mulai berjalan tahun ini.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Percepatan Revitalisasi Sekolah telah menunjukkan hasil positif. Pada 2025, pemerintah berhasil menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah. Capaian tersebut menjadi dasar untuk memperluas program pada tahun berikutnya.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun yang mendapat persetujuan DPR. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, pemerintah menambah cakupan program hingga 60.000 satuan pendidikan lainnya.

Dengan demikian, total sekolah yang akan memperoleh revitalisasi pada 2026 mencapai 71.744 satuan pendidikan. Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp13.000 saat Idul Adha 1447 Hijriah, Kini Rp2,785 Juta per Gram

Percepatan Revitalisasi Sekolah Dorong Aktivitas Ekonomi Daerah

Selain meningkatkan kualitas fasilitas belajar, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi di berbagai wilayah. Pemerintah menerapkan mekanisme swakelola sehingga setiap satuan pendidikan dapat mengelola proses pembangunan secara langsung.

Karena itu, pelaksanaan program diperkirakan mampu membuka peluang kerja dalam jumlah besar. Berdasarkan perhitungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekitar 1,1 juta tenaga kerja berpotensi terlibat dalam proyek revitalisasi tersebut.

Mereka akan bekerja dalam rentang waktu tiga hingga delapan bulan sesuai kebutuhan pembangunan di masing-masing daerah. Langkah ini sekaligus membantu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Daerah 3T Sambut Positif Program Pemerintah

Sementara itu, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa masyarakat memberikan respons yang baik terhadap program revitalisasi sekolah. Apalagi, banyak sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan pembaruan fasilitas.

Saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah, pihaknya menerima banyak masukan dan apresiasi dari masyarakat. Mereka menilai program tersebut membantu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pendidikan.

Pemerintah juga memastikan program revitalisasi menjangkau sekolah negeri maupun swasta. Dengan langkah itu, pemerataan akses pendidikan berkualitas dapat berjalan lebih optimal di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Harga LNG Industri Turun, Pemerintah Pangkas Biaya Gas untuk Jaga Lapangan Kerja

Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibangun

Selain menjalankan revitalisasi sekolah, pemerintah juga mempercepat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan unggul dengan standar layanan yang terintegrasi.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan sekolah unggulan nonasrama. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah pada tahap awal.

Saat ini, usulan pembangunan telah masuk dari berbagai daerah. Dari proses seleksi yang berlangsung, pemerintah akan memulai operasional lima sekolah di fasilitas milik Kemendikdasmen, satu sekolah di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sembilan sekolah baru di wilayah yang telah lolos seleksi.

Melalui Percepatan Revitalisasi Sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah ingin memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara di lingkungan pendidikan yang layak, modern, dan berkualitas. (j/*)

Berita Terkait

Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI, Monas Siap Tampung 100 Ribu Peserta pada 1 Agustus 2026
Benih Kedelai Unggul Jadi Andalan Kementan Bersama Unesa untuk Percepat Swasembada Pangan
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian
Naik Daya Listrik dari 1300 VA ke 2200 VA, Simak Persiapan agar Proses Berjalan Lancar
KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli
Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG
Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:00 WIB

Benih Kedelai Unggul Jadi Andalan Kementan Bersama Unesa untuk Percepat Swasembada Pangan

Senin, 27 Juli 2026 - 11:06 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:00 WIB

Naik Daya Listrik dari 1300 VA ke 2200 VA, Simak Persiapan agar Proses Berjalan Lancar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:00 WIB

KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:55 WIB

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

Berita Terbaru