Inovasi Pakan Lokal Perkuat Kemandirian Peternakan Indonesia, BRIN Dorong Hilirisasi Riset

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Inovasi Pakan Lokal Perkuat Kemandirian Peternakan Indonesia

Ilustrasi - Inovasi Pakan Lokal Perkuat Kemandirian Peternakan Indonesia

Sisipublik.com – Inovasi pakan lokal menjadi salah satu fokus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mendorong kemandirian sektor peternakan Indonesia. Melalui pemanfaatan sumber daya daerah yang didukung penelitian dan teknologi, BRIN berupaya menghadirkan bahan pakan yang bernilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan industri peternakan.

Langkah tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi Bahan Pakan Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah di Industri Peternakan” yang digelar Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Senin (3/8). Forum ini mempertemukan peneliti, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk membahas peluang pengembangan bahan pakan lokal serta mempercepat pemanfaatan hasil riset di sektor peternakan.

Inovasi Pakan Lokal Jadi Fondasi Kemandirian Peternakan

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Santoso, menilai persoalan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan peternakan nasional. Menurutnya, peningkatan populasi ternak perlu berjalan beriringan dengan jaminan ketersediaan pakan yang berkelanjutan.

“Persoalan paling mendasar dalam pembangunan peternakan adalah ketersediaan pakan. Ketergantungan terhadap bahan baku impor menjadikan sektor peternakan rentan terhadap fluktuasi harga dunia, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik global,” ujarnya.

Karena itu, Indonesia perlu mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia di dalam negeri. Santoso menyebut biomassa perkebunan, limbah pertanian, hasil samping agroindustri, serta kekayaan biodiversitas sebagai potensi yang dapat di kembangkan.

Melalui riset yang tepat, berbagai material tersebut dapat di olah menjadi bahan pakan berkualitas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain mendukung efisiensi, langkah itu juga membuka peluang hilirisasi hasil penelitian agar manfaatnya dapat di rasakan industri maupun masyarakat.

Baca Juga :  Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri

Sumber Daya Hayati Buka Peluang Pengembangan Pakan

Kepala ORPP BRIN, Puji Lestari, mengatakan kemandirian pakan menjadi bagian penting dalam membangun sistem peternakan yang tangguh dan kompetitif. Ia melihat Indonesia memiliki sumber daya hayati yang cukup beragam untuk mendukung pengembangan bahan pakan alternatif.

Limbah pertanian, biomassa perkebunan, dan hasil samping agroindustri dapat memperoleh nilai ekonomi lebih tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri juga memegang peranan penting.

Puji turut menyambut penandatanganan kerja sama riset antara Pusat Riset Peternakan BRIN dan mitra industri. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional sekaligus mempercepat penerapan hasil penelitian di dunia usaha.

Nutrasetika Manfaatkan Bahan Alami untuk Ternak

Dalam sesi ilmiah, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Peternakan BRIN, Dini Dwi Ludfiani, memperkenalkan konsep nutrasetika. Konsep tersebut memadukan nutrisi dan farmasetika dengan memanfaatkan bahan alami untuk membantu meningkatkan kesehatan serta produktivitas ternak.

Dini menjelaskan bahwa Indonesia memiliki beragam bahan yang berpotensi mendukung pengembangan nutrasetika. Beberapa di antaranya meliputi rempah-rempah, tanaman herbal, vegetasi bawah perkebunan, tanaman paku, limbah nanas, hingga bungkil kopra yang mengandung senyawa bioaktif.

Baca Juga :  Fenomena Astronomi yang Jarang Terjadi, Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini

“Pemanfaatan nutrasetika tidak hanya meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak, tetapi juga mampu menekan biaya produksi, mengurangi penggunaan antibiotik, serta mendukung sistem peternakan yang lebih berkelanjutan,” jelas Dini.

Lebih lanjut, penelitian yang dipaparkan Dini menunjukkan potensi penggunaan prebiotik, probiotik, sinbiotik, tanin, bromelain, dan sejumlah senyawa bioaktif lainnya. Bahan-bahan tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi pakan, menjaga kesehatan saluran pencernaan, serta mendukung produktivitas ternak.

Selain itu, sejumlah inovasi tersebut juga berpotensi menurunkan emisi metana. Dengan demikian, pengembangan bahan pakan dari sumber daya lokal tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi, tetapi juga dapat mendukung sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Riset Percepat Hilirisasi Industri Peternakan

Seminar nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah dan sektor industri. Mereka antara lain Al Irwin Manova dari PTPN IV, Gusmiyadi selaku Anggota DPRD Sumatera Utara, Fauzi Bahanan dari PT Santi Energi Hijau, serta Ismail Fanany dari PT GeneCraft Labs.

Beragam pandangan dalam forum tersebut di harapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan pakan berbasis sumber daya lokal. Pada saat yang sama, kolaborasi lintas sektor dapat memperluas penerapan hasil riset dan inovasi di industri peternakan.

Dengan sinergi tersebut, BRIN mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan impor. Langkah ini sekaligus dapat memperkuat daya saing industri peternakan dan mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi, Kenali Cara Kerja Proxy BlockAway
Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri
Top Up e-Toll atau e-Money: Pilih Cara Lewat HP, Minimarket, atau ATM
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah

Berita Terbaru