Harga LNG Industri Turun, Pemerintah Pangkas Biaya Gas untuk Jaga Lapangan Kerja

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga LNG Industri Turun, Pemerintah Pangkas Biaya Gas untuk Jaga Lapangan Kerja (foto: esdm)

Harga LNG Industri Turun, Pemerintah Pangkas Biaya Gas untuk Jaga Lapangan Kerja (foto: esdm)

Sisipublik.com – Harga LNG industri resmi turun setelah pemerintah menetapkan tarif baru sebesar US$13 per MMBTU dari sebelumnya berkisar US$20–23 per MMBTU. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya saing sektor industri sekaligus mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor yang bergantung pada pasokan gas alam cair.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mengambil langkah tersebut dengan membagi beban efisiensi kepada seluruh pihak dalam rantai pasok gas. Pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Pertamina, hingga PT PGN ikut menurunkan komponen biaya sehingga harga LNG dapat ditekan tanpa mengganggu keberlanjutan pasokan.

Harga LNG Industri Berlaku Efektif Mulai Hari Ini

Harga LNG industri mulai berlaku efektif sejak pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut. Selain itu, Bahlil menjelaskan pemerintah tetap mempertahankan tiga skema harga gas untuk sektor industri, yakni melalui program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), gas yang di salurkan melalui jaringan pipa, serta pasokan LNG.

Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan ikut berkontribusi dalam kebijakan ini. Pemerintah mengurangi porsi penerimaan di sektor hulu, sementara badan usaha penyalur dan perusahaan migas juga melakukan efisiensi agar harga yang di terima industri menjadi lebih rendah.

Baca Juga :  Timnas Voli Putri Indonesia Raih Peringkat Kelima AVC Cup 2026 Usai kalahkan Australia 3-0

Menurut Bahlil, langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi tekanan biaya produksi dan tetap mempertahankan tenaga kerja di tengah kenaikan harga energi global.

Harga LNG Industri Turun Setelah Keluhan Pelaku Usaha

Harga LNG industri menjadi perhatian pemerintah setelah berbagai asosiasi industri, termasuk sektor keramik serta sejumlah serikat pekerja, menyampaikan keberatan atas lonjakan harga gas dalam beberapa waktu terakhir.

Selanjutnya, pemerintah menggelar pembahasan bersama seluruh pihak terkait. Hasilnya, setiap pelaku dalam rantai pasok sepakat menekan biaya operasional agar harga LNG kembali berada pada tingkat yang lebih kompetitif.

Bahlil menilai seluruh pihak perlu berbagi beban agar industri tetap berjalan. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu pelaku usaha, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi dan kesempatan kerja.

Pembangunan Infrastruktur Gas Terus Dipercepat

Selain menetapkan harga LNG baru, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur gas nasional. Saat ini proyek jaringan pipa antardaerah masih berlangsung dan sebagian di targetkan selesai pada 2027.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, ESA Siarkan Fenomena Langit dari Spanyol

Di Pulau Sumatera, pemerintah membangun jaringan pipa Dumai–Sei Mangkei sekaligus meningkatkan kapasitas pipa yang sudah beroperasi. Langkah tersebut bertujuan memperlancar distribusi gas antardaerah sehingga pasokan dapat berpindah ke wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah juga menyiapkan sistem distribusi yang lebih fleksibel. Ketika Sumatera mengalami surplus gas, pasokan dapat di alihkan ke Pulau Jawa. Sebaliknya, kelebihan pasokan dari Jawa Timur juga dapat di salurkan ke Jawa Barat sesuai kebutuhan.

Skema Harga Gas Industri Tetap Dipertahankan

Pemerintah memastikan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) tetap berjalan dengan kisaran harga US$6,5–7 per MMBTU bagi industri yang memenuhi ketentuan. Sementara itu, industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT dengan sumber pasokan dari wilayah Jawa tetap memperoleh harga sebesar US$9,6 per MMBTU.

Kondisi tersebut meningkatkan biaya pengangkutan serta proses regasifikasi. Akibatnya, harga LNG sempat melonjak hingga US$20–23 per MMBTU dan membebani biaya produksi industri. (j/*)

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar
Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin
Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Berita Terbaru