Sisipublik.com – Harga BBM Non Subsidi Pertamina resmi mengalami penyesuaian mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga sejumlah produk bahan bakar non subsidi setelah melakukan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengikuti mekanisme yang berlaku dan telah melalui koordinasi bersama pemerintah. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kondisi pasar energi global dan kebutuhan masyarakat.
Harga BBM Non Subsidi Pertamina Mengalami Penurunan
Harga BBM Non Subsidi Pertamina mencakup beberapa produk unggulan yang kini dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Penyesuaian tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen.
Kitty Andhora menegaskan bahwa perubahan harga mengacu pada dinamika pasar minyak dunia serta regulasi yang berlaku. Menurutnya, Pertamina selalu melakukan evaluasi secara berkala agar harga tetap kompetitif sekaligus memperhatikan kondisi ekonomi nasional.
Berikut rincian harga terbaru yang berlaku mulai 1 Juli 2026:
- Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter (7 persen).
- Pertamina Dex turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter (15 persen).
- Dexlite turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter atau berkurang Rp3.300 per liter (14 persen).
- Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta (sebelum pajak) turun dari Rp22.190 per liter menjadi Rp19.190 per liter atau berkurang Rp3.000 per liter (14 persen).
Pertamina Jaga Kualitas Produk dan Layanan
Selain memberikan penyesuaian harga, Pertamina Patra Niaga juga terus menjaga kualitas seluruh produk BBM non subsidi. Perusahaan memastikan setiap jenis bahan bakar memenuhi spesifikasi yang telah di tetapkan sehingga mampu mendukung performa kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Menurut Kitty Andhora, masyarakat tidak hanya memperoleh harga yang lebih kompetitif, tetapi juga mendapatkan produk berkualitas yang memberikan manfaat optimal dalam penggunaan sehari-hari. (j/*)










Komentar