Waste Station Banyumas Ubah Sampah Terpilah Menjadi Saldo Digital Warga

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas Waste Station di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menghubungkan pemilahan sampah anorganik dengan pemanfaatan ekonomi melalui kerja sama BTN, Pemkab Banyumas, dan Rekosistem (foto: kementerian lingkungan hidup)

Fasilitas Waste Station di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menghubungkan pemilahan sampah anorganik dengan pemanfaatan ekonomi melalui kerja sama BTN, Pemkab Banyumas, dan Rekosistem (foto: kementerian lingkungan hidup)

Sisipublik.com – Waste Station Banyumas membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah anorganik. Fasilitas ini memungkinkan warga menukarkan sampah terpilah menjadi poin digital yang dapat dicairkan melalui rekening bank. Program tersebut sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah mengurangi timbulan sampah.

Bank Tabungan Negara (BTN), Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Rekosistem meresmikan fasilitas tersebut di Alun-Alun Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Kolaborasi ini menghubungkan kebiasaan memilah sampah dari rumah dengan sistem pengumpulan dan industri daur ulang.

Melalui Waste Station Banyumas, warga dapat menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca, dan limbah elektronik. Petugas kemudian menimbang sampah dan mengonversi nilainya menjadi poin melalui aplikasi Rekosistem. Selanjutnya, masyarakat dapat mencairkan poin tersebut menjadi uang melalui rekening BTN.

Waste Station Banyumas Hubungkan Sampah dengan Nilai Ekonomi

Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLH/BPLH, Vinda Damayanti Ansjar, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Vinda menegaskan, keberhasilan fasilitas ini tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur. Pengelola juga perlu memperhatikan jumlah masyarakat yang berpartisipasi, volume sampah yang berhasil didaur ulang, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan.

Baca Juga :  Layanan ATR/BPN Dekat Permudah Warga Konsultasi Tanah Tanpa ke Kantor Pertanahan

“Keberhasilan Waste Station harus diukur dari partisipasi masyarakat dan volume sampah yang berhasil didaur ulang, serta seberapa besar manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan secara berkelanjutan,” tutur Vinda.

Selain memberikan insentif kepada masyarakat, fasilitas ini diharapkan memperkuat jaringan pengumpulan sampah terpilah yang terhubung dengan mitra daur ulang dan industri pemanfaatan material.

Banyumas Masih Menghadapi Timbulan 164 Ton Sampah per Hari

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan dalam menangani seluruh timbulan sampah. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan bahwa wilayahnya menghasilkan sekitar 738 ton sampah setiap hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 573 ton atau 77,76 persen telah terkelola. Sementara itu, sekitar 164 ton per hari masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah mendorong pemilahan sampah sejak rumah tangga, pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat, serta penyediaan fasilitas pengolahan di tingkat desa dan kelurahan.

Sadewo menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah kebiasaan lama dalam menangani sampah.

“Sampah tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang,” tegasnya.

Karena itu, kehadiran Waste Station diharapkan memperluas partisipasi warga dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

BTN Dorong Masyarakat Mendapatkan Penghasilan dari Sampah

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan bahwa keterlibatan perbankan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan

Menurut Hermita, sistem penukaran sampah menjadi poin digital memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari material yang masih memiliki nilai guna.

“Dari tempat sampah, kelola sampah hingga menjadi rupiah, ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Hermita.

Fasilitas di Purwokerto tersebut memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata sekitar 4 ton sampah per bulan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini setiap Selasa hingga Minggu pukul 09.00–18.00 WIB.

Pengelolaan Sampah Organik Masuk Rencana Pengembangan

Ke depan, pengelola berencana memperluas layanan Waste Station agar mencakup penanganan sampah organik. Langkah tersebut diharapkan memperbesar cakupan pengurangan sampah sekaligus menekan volume limbah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Dengan perluasan layanan tersebut, Banyumas berpeluang memperkuat sistem ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah anorganik maupun organik.

Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada konsistensi masyarakat dalam memilah sampah, keberlanjutan operasional fasilitas, serta kesiapan mitra pengolahan.

Melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi sekadar berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan. Sebaliknya, sampah dapat menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Ekonomi Sirkular Berpotensi Ciptakan 4,4 Juta Pekerjaan, Menaker Soroti Kesiapan SDM
SIGAP Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Penanganan Aduan Dipantau Real-Time
Perhatian Keluarga Prajurit Gugur Jadi Prioritas Pemerintah Usai Tragedi Karhutla Kalteng
WFA Jadi Strategi Kemenhub Tekan Kepadatan Mobilitas Saat Libur Nataru 2026/2027
Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama
Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik
PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare
Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 07:29 WIB

Waste Station Banyumas Ubah Sampah Terpilah Menjadi Saldo Digital Warga

Minggu, 8 November 2026 - 06:04 WIB

Ekonomi Sirkular Berpotensi Ciptakan 4,4 Juta Pekerjaan, Menaker Soroti Kesiapan SDM

Sabtu, 7 November 2026 - 09:00 WIB

SIGAP Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Penanganan Aduan Dipantau Real-Time

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

WFA Jadi Strategi Kemenhub Tekan Kepadatan Mobilitas Saat Libur Nataru 2026/2027

Jumat, 6 November 2026 - 09:00 WIB

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama

Berita Terbaru