Sisipublik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi nanobubble untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi nanoteknologi untuk kebutuhan masyarakat.
Teknologi ini bekerja dengan memecah gas, termasuk oksigen, menjadi gelembung berukuran sangat kecil. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) BRIN, Prof. Nurul Taufiqu Rochman, menjelaskan gelembung tersebut dapat berukuran sekitar 50–100 nanometer dan bertahan dalam air dalam kondisi tertentu.
Nanobubble Tingkatkan Oksigen Terlarut dalam Air
Teknologi nanobubble menjadi salah satu fokus pengembangan BRIN karena mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air. Peneliti memasukkan gelembung gas berukuran nano ke dalam air melalui perangkat khusus.
Nurul menjelaskan, proses tersebut membuat gas terdispersi dalam ukuran sangat kecil sehingga dapat meningkatkan oksigen terlarut. Riset mengenai nanobubble dan oksigen terlarut juga telah berkembang dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan air dan akuakultur. Salah satu penelitian terbaru yang melibatkan Nurul menunjukkan bahwa tekanan gas memengaruhi ukuran nanobubble dan kadar oksigen terlarut.
Selain itu, pengembangan nanobubble bukan hal baru dalam riset Nurul dan tim. Teknologi tersebut sebelumnya telah digunakan dalam penelitian pengelolaan kualitas air untuk budidaya perikanan.
BRIN Siapkan Hilirisasi Teknologi Nanobubble
BRIN juga mengarahkan pengembangan teknologi ini menuju pemanfaatan yang lebih luas. Menurut Nurul, sejumlah kajian ilmiah dan pengujian keamanan telah dilakukan sebagai bagian dari proses pengembangan air dengan kandungan oksigen terlarut yang lebih tinggi.
Namun, klaim mengenai manfaat kesehatan perlu ditempatkan secara proporsional. Air kaya oksigen tidak serta-merta dapat dianggap sebagai terapi untuk hipoksia atau penyakit tertentu. Karena itu, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan pembuktian ilmiah dan evaluasi keamanan sesuai tujuan pemanfaatannya.
Lebih lanjut, BRIN bersama mitra industri mengembangkan sejumlah produk berbasis nanobubble. Pengembangannya mencakup perangkat rumah tangga, kebutuhan industri, hingga fasilitas publik seperti mesin penjual otomatis.
Langkah tersebut menunjukkan arah hilirisasi riset dari lingkungan laboratorium menuju produk yang dapat digunakan masyarakat. Dalam skema kerja sama tersebut, sebagian teknologi berasal dari riset BRIN, kemudian mitra mengembangkan teknologi hingga menjadi produk siap guna.
Pengembangan nanobubble juga memiliki dasar riset yang lebih luas. Publikasi ilmiah yang melibatkan Nurul menunjukkan teknologi tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan oksigen terlarut serta mendukung berbagai aplikasi pengolahan air.
Dengan demikian, BRIN tidak hanya mengembangkan nanobubble untuk air minum. Teknologi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan dalam sektor industri dan pengelolaan air, sejalan dengan upaya mendorong hasil riset agar masuk ke tahap penerapan.











Komentar