Sisipublik.com – Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan melalui pengembangan benih kedelai unggul. Karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mempercepat riset varietas kedelai berproduktivitas tinggi. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Amran menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai target tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat inovasi, sementara TNI dan Polri dapat mendukung pendampingan di lapangan. Di sisi lain, petani tetap menjadi pelaku utama dalam meningkatkan produksi nasional.
Benih Kedelai Unggul Ditargetkan Hasilkan Produksi Tinggi
Dalam audiensi bersama jajaran Unesa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Amran mendorong pengembangan benih kedelai unggul yang mampu menghasilkan panen hingga 5–6 ton per hektare. Target tersebut di harapkan mampu mempercepat swasembada kedelai sekaligus mengurangi kebutuhan impor.
Selain itu, Kementerian Pertanian membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memperluas hasil inovasi mereka. Amran memastikan pemerintah siap memberikan dukungan apabila varietas hasil penelitian terbukti memiliki produktivitas tinggi dan mampu memberikan hasil yang konsisten di lapangan.
Ia menambahkan, pemerintah akan mempercepat pengembangan benih yang telah melalui uji keberhasilan sehingga manfaatnya dapat di rasakan petani di berbagai daerah. Menurutnya, inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
Kolaborasi Pemerintah dan Kampus Percepat Swasembada Kedelai
Amran kembali menegaskan bahwa benih kedelai unggul menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan akan terus di perkuat agar target swasembada kedelai dapat tercapai lebih cepat.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan Unesa siap mendukung pengembangan varietas kedelai dengan produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare. Menurutnya, kampus juga siap mengawal penerapan benih tersebut apabila hasil penelitian menunjukkan keberhasilan.
Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga dapat di terapkan secara luas oleh petani di berbagai wilayah Indonesia. Sinergi tersebut di harapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (j/*)











Komentar