Buku Wajah Baru Haji Indonesia Rekam Transformasi Layanan Jemaah pada 2026

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buku Haji 2026 Wajah Baru Haji Indonesia merangkum perjalanan penyelenggaraan ibadah haji dan transformasi layanan jemaah (foto: kementerian haji dan umrah)

Buku Haji 2026 Wajah Baru Haji Indonesia merangkum perjalanan penyelenggaraan ibadah haji dan transformasi layanan jemaah (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan buku Wajah Baru Haji Indonesia untuk mendokumentasikan perubahan tata kelola dan pelayanan jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji 2026. Karya tersebut akan merangkum perjalanan penyelenggaraan haji sejak persiapan keberangkatan di Indonesia hingga kepulangan jemaah dari Tanah Suci.

Penerbitan buku ini menjadi bagian dari upaya Kemenhaj membuka dokumentasi penyelenggaraan haji kepada masyarakat. Selain merekam berbagai kebijakan, buku tersebut menyajikan data, infografik, dan foto yang menggambarkan pelaksanaan layanan selama musim haji 2026.

Melalui buku Wajah Baru Haji Indonesia, Kemenhaj ingin menghadirkan referensi yang dapat membantu masyarakat memahami perubahan pengelolaan haji setelah pemerintah membentuk kementerian khusus untuk menangani urusan haji dan umrah pada September 2025.

Buku Wajah Baru Haji Indonesia Dokumentasikan Reformasi Layanan

Ketua Tim Penyusun Buku, Akhmad Fauzin, menjelaskan bahwa buku berjudul Haji 2026: Wajah Baru Haji Indonesia mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Dokumentasi tersebut meliputi persiapan jemaah di Tanah Air, pelayanan selama berada di Arab Saudi, hingga proses kepulangan ke Indonesia.

“Buku ini semacam menjadi buku induk. Isinya mencakup lengkap penyelenggaraan haji sehingga tepat untuk dijadikan referensi bagi penyelenggara, praktisi, akademisi, pengamat dan pihak lainnya,” ujar Fauzin di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :  Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Tiga Menteri Sepakati Aturan Baru untuk Perluas Akses MBR

Fauzin yang juga menjabat Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj RI menyebut penyusunan buku tersebut tidak hanya mengandalkan uraian tertulis. Tim juga menyertakan data dalam bentuk infografik serta dokumentasi foto agar pembaca lebih mudah memahami informasi.

Dengan pendekatan tersebut, buku ini diharapkan dapat menjangkau pembaca dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan layanan haji Indonesia.

Transformasi Layanan Haji Menyentuh Berbagai Aspek

Pembentukan Kemenhaj menjadi salah satu perubahan penting dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah pada 8 September 2025 sebagai landasan kelembagaan kementerian tersebut.

Di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, kementerian menjalankan sejumlah agenda pembenahan. Perubahan tersebut mencakup kebijakan biaya haji, pemerataan antrean, penguatan standar kesehatan, serta pengembangan embarkasi.

Selain di Indonesia, Kemenhaj juga mengembangkan layanan di Arab Saudi. Sejumlah aspek yang mendapat perhatian meliputi kualitas akomodasi, standar transportasi bus, penyediaan konsumsi, layanan kesehatan satelit, serta pendampingan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Kemenhaj juga melibatkan kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk mengawasi potensi praktik ilegal yang dapat merugikan jemaah maupun negara. Menurut keterangan dalam bahan publikasi kementerian, langkah tersebut turut mencegah penyimpangan dan menyelamatkan keuangan negara dari potensi kerugian.

Baca Juga :  Sertipikasi Rumah Ibadah Perkuat Kepastian Hukum dan Eksistensi Jemaat Gereja

Dokumentasi Haji Diharapkan Menjadi Bahan Evaluasi

Kehadiran buku Haji 2026: Wajah Baru Haji Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai catatan perjalanan penyelenggaraan ibadah haji. Dokumentasi tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan layanan, mengidentifikasi persoalan, dan menyusun perbaikan pada musim haji berikutnya.

Terlebih, penyelenggaraan haji melibatkan banyak aspek, mulai dari administrasi keberangkatan, kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga perlindungan jemaah. Karena itu, pencatatan yang sistematis dapat membantu penyelenggara dan pemangku kepentingan memahami capaian sekaligus tantangan di setiap tahapan.

Fauzin berharap penyajian informasi melalui tulisan, infografik, dan foto dapat meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap dokumentasi tersebut.

“Harapannya, buku ini semakin mudah untuk dibaca sehingga memberikan kemanfaatan yang besar kepada publik,” pungkas Fauzin.

Kemenhaj berharap penerbitan buku ini dapat memperkuat keterbukaan informasi mengenai penyelenggaraan haji sekaligus menjaga kesinambungan reformasi layanan. Dengan dokumentasi dan evaluasi yang terarah, pemerintah memiliki bahan untuk menyempurnakan pelayanan agar semakin aman, nyaman, dan berkeadilan bagi jemaah Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Keselamatan Angkutan Nataru 2026/2027 Jadi Fokus Kemenhub Antisipasi Cuaca Ekstrem
Pelatihan Tenaga Kerja Lokal Jadi Fokus Kemnaker dan IWIP, 80 Persen Peserta Magang Dialokasikan ke Industri
Layanan ATR/BPN Dekat Permudah Warga Konsultasi Tanah Tanpa ke Kantor Pertanahan
Kadin Dorong Keterlibatan Swasta dalam Program Pencetak Pemimpin Masa Depan
Verifikasi Kawasan Hutan di Jabar, Kemenhut Petakan Potensi Jasa Lingkungan Berkelanjutan
Transformasi Perpustakaan Kemenkeu Dorong Digitalisasi dan Pelestarian Pengetahuan
Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel, Keluarga Rentan Jadi Sasaran
IYS 2026 Dorong Anak Muda Terlibat Mencari Solusi bagi Masa Depan Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:00 WIB

Buku Wajah Baru Haji Indonesia Rekam Transformasi Layanan Jemaah pada 2026

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Keselamatan Angkutan Nataru 2026/2027 Jadi Fokus Kemenhub Antisipasi Cuaca Ekstrem

Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB

Pelatihan Tenaga Kerja Lokal Jadi Fokus Kemnaker dan IWIP, 80 Persen Peserta Magang Dialokasikan ke Industri

Senin, 2 November 2026 - 06:00 WIB

Kadin Dorong Keterlibatan Swasta dalam Program Pencetak Pemimpin Masa Depan

Minggu, 1 November 2026 - 09:00 WIB

Verifikasi Kawasan Hutan di Jabar, Kemenhut Petakan Potensi Jasa Lingkungan Berkelanjutan

Berita Terbaru