Sisipublik.com – Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus merumuskan solusi bagi tantangan masa depan Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong anak muda mengambil peran aktif dalam membangun fondasi bangsa melalui gagasan dan gerakan sosial.
Erick menyampaikan hal tersebut saat membuka Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10) malam. Ia menilai generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ketenagakerjaan hingga kesehatan mental.
Dalam kesempatan itu, Erick menyoroti pentingnya IYS 2026 sebagai ruang aspirasi anak muda untuk merespons berbagai persoalan global. Ia menyebut sekitar 65 juta generasi muda di dunia menganggur. Selain itu, masih banyak anak muda yang tidak mengenyam pendidikan dan menghadapi gangguan kesehatan mental.
IYS 2026 Perkuat Ruang Aspirasi dan Gagasan Pemuda
Menurut Erick, tantangan generasi muda juga berkaitan dengan perkembangan geopolitik dan digitalisasi. Arus informasi yang semakin cepat membuka peluang sekaligus meningkatkan risiko penyebaran misinformasi dan disinformasi.
Ia menegaskan bahwa kritik tetap memiliki tempat dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyebaran informasi keliru dapat menghambat upaya masyarakat mencari solusi atas berbagai persoalan.
“Tentu ini menjadi tantangan kita bersama. Ketika kita bicara geopolitik, dan jangan lupa digitalisasi,” kata Erick.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang dialog yang memungkinkan anak muda menyampaikan pandangan secara utuh. Erick berharap IYS 2026 dapat mempertemukan berbagai gagasan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan generasi muda.
“Tantangan kita semua adalah mendengar suara kalian, suara anak muda, suara anak muda seutuhnya. Ini yang saya rasa kenapa kita hadir di sini di IYS, kita ingin mencoba bagaimana kita sama-sama membangun fondasi untuk kita semua,” ujarnya.
Erick Thohir Ajak Pemuda Bangun Gerakan Sosial
Selain mendorong partisipasi dalam diskusi, Erick mengajak generasi muda terlibat dalam gerakan sosial yang mengutamakan empati. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan, orang tua, dan masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari kehidupan anak muda.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi orang lain. Oleh sebab itu, generasi muda perlu membangun hubungan sosial yang kuat dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi.
Erick juga berharap kementerian dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi untuk mendukung masa depan generasi muda.
Ia menempatkan anak muda sebagai bagian penting dalam pembangunan Indonesia. Karena itu, partisipasi mereka tidak cukup berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi perlu berlanjut melalui tindakan nyata.
“Kalian adalah masa depan Indonesia. Kalian harus menjadi bagian dari masa depan itu,” pungkas Erick.











Komentar