Produktivitas Tebu Kediri Jadi Fokus, Kementan dan SGN Siapkan 1.000 Pompa Air

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program bongkar ratoon di Kabupaten Kediri menjadi bagian dari upaya Kementan dan PT SGN meningkatkan produktivitas kebun tebu dan menjaga pasokan bahan baku industri gula nasional (foto: kementerian pertanian)

Program bongkar ratoon di Kabupaten Kediri menjadi bagian dari upaya Kementan dan PT SGN meningkatkan produktivitas kebun tebu dan menjaga pasokan bahan baku industri gula nasional (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com – Kementan dan SGN memperkuat produktivitas tebu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melalui peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, dan dukungan sarana pengairan. Langkah ini menyasar peningkatan hasil kebun sekaligus menjaga pasokan bahan baku bagi industri gula nasional.

Kolaborasi tersebut menggabungkan perbaikan budidaya di tingkat pekebun dengan dukungan sarana produksi. Salah satu program utamanya ialah bongkar ratoon, yaitu peremajaan tanaman tebu yang mengalami penurunan produktivitas agar pekebun dapat meningkatkan potensi hasil panen.

Produktivitas Tebu Kediri Diperkuat melalui Bongkar Ratoon

Kementan dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menandai program peremajaan tersebut melalui kegiatan penanaman tebu di Kediri pada 22 Oktober 2026. Selain peremajaan, kedua pihak mendorong penggunaan benih berkualitas dan penerapan praktik budidaya yang baik.

Program ini juga mencakup dukungan 1.000 unit pompa air dari SGN untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan tebu di wilayah operasional perusahaan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan kebun, terutama untuk menunjang pertumbuhan tanaman sesuai kebutuhan budidaya.

Dengan demikian, peremajaan tanaman dan penguatan pengairan menjadi dua aspek yang saling melengkapi. Pekebun membutuhkan tanaman yang produktif sekaligus dukungan sarana agar dapat mengelola lahan secara optimal.

Baca Juga :  Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

Kementan Dorong Perbaikan Budidaya Tebu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya memperkuat produksi dalam negeri untuk mendukung kemandirian pangan, termasuk komoditas gula. Upaya tersebut memerlukan peningkatan produktivitas kebun, ketersediaan benih berkualitas, serta kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan pekebun.

Sejalan dengan arah kebijakan itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto, menilai bongkar ratoon sebagai salah satu langkah strategis untuk memperbaiki produktivitas tebu.

“Peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari perbaikan di tingkat budidaya. Peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, dan dukungan pengairan harus berjalan beriringan agar potensi hasil dapat dicapai secara optimal,” kata Heru dalam keterangannya pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurut Heru, peningkatan produktivitas kebun tidak hanya berdampak pada hasil panen pekebun. Perbaikan tersebut juga berperan dalam menjaga ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula. Karena itu, pemerintah perlu mendorong peremajaan tanaman sekaligus memperkuat kemitraan antara pekebun dan perusahaan.

SGN Perkuat Dukungan bagi Pekebun Tebu

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyatakan bahwa peningkatan produktivitas industri gula harus berawal dari kualitas tanaman dan pengelolaan kebun. Perusahaan juga mendorong dukungan sarana budidaya agar pekebun dapat mengoptimalkan lahan yang mereka kelola.

Baca Juga :  Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

“Bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan. Melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan pekebun, kami berupaya mendukung budidaya yang lebih baik sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” ujar Mahmudi.

Dukungan tersebut menempatkan pekebun sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri gula. Pasalnya, ketersediaan bahan baku yang memadai bergantung pada kemampuan kebun menghasilkan tebu dengan produktivitas yang baik dan pasokan yang berkesinambungan.

Produktivitas Kebun Menjadi Penopang Industri Gula

Kolaborasi Kementan dan SGN menunjukkan upaya memperkuat industri gula melalui pembenahan sektor hulu. Peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, dan dukungan pengairan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan hasil kebun.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah, perusahaan, dan pekebun dapat menilai sejauh mana perbaikan budidaya berkontribusi terhadap penguatan industri gula nasional dan mendukung upaya mencapai swasembada gula secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak, Kemensos Padukan Pendidikan dan Pemulihan Sosial
Populasi Banteng Jawa di Pangandaran Bertambah Jadi Tujuh Ekor, Reintroduksi Catat Kelahiran Ketiga
Pelatihan Kerja Anak Muda Jadi Fokus Kemnaker untuk Perluas Kesempatan Kerja
Visi Kota 2045: Ossy Dermawan Dorong Arsitek Perkuat Ruang Hijau dan Konektivitas Kota
Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Pekerja Lokal, Akses Pendidikan Diperluas di 32 Provinsi
Hari Sumpah Pemuda, Penghargaan Katadata Angkat Teladan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya
Penerbangan Langsung Umrah Jadi Prioritas, Kemenhaj Soroti Keamanan dan Ekonomi Nasional
Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Produktivitas Tebu Kediri Jadi Fokus, Kementan dan SGN Siapkan 1.000 Pompa Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak, Kemensos Padukan Pendidikan dan Pemulihan Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Populasi Banteng Jawa di Pangandaran Bertambah Jadi Tujuh Ekor, Reintroduksi Catat Kelahiran Ketiga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Pelatihan Kerja Anak Muda Jadi Fokus Kemnaker untuk Perluas Kesempatan Kerja

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Visi Kota 2045: Ossy Dermawan Dorong Arsitek Perkuat Ruang Hijau dan Konektivitas Kota

Berita Terbaru