Sisipublik.com – Koperasi BKMT menjadi gagasan baru yang didorong Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk memperluas peran Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dari pembinaan pendidikan dan keagamaan menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan dalam Muktamar Ke-X BKMT di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis, 24 September 2026.
Ferry melihat jaringan BKMT yang menjangkau berbagai daerah hingga tingkat kecamatan dan desa dapat menjadi modal sosial untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis anggota. Karena itu, ia membuka peluang agar BKMT mengembangkan koperasi sebagai salah satu cabang usaha organisasi.
Selain itu, Koperasi BKMT dinilai memiliki keterkaitan dengan semangat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mengedepankan asas kekeluargaan dan gotong royong. Pemerintah sendiri tengah mendorong penguatan koperasi sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Koperasi BKMT dan Peluang Ekonomi Desa
Menurut Ferry, koperasi yang tumbuh melalui jaringan BKMT berpotensi menjadi penghubung kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang lahirnya pelaku usaha baru. Ia juga menyatakan Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan dan inkubasi bagi pengusaha yang berkembang melalui jaringan tersebut.
“Koperasi BKMT mudah-mudahan dapat dipertimbangkan untuk dibentuk dan didirikan sebagai bagian dari dakwah ekonomi,” kata Ferry dalam muktamar tersebut.
Dengan model itu, aktivitas BKMT tidak hanya bertumpu pada kegiatan taklim. Organisasi dapat mengembangkan kegiatan ekonomi yang melibatkan anggota sekaligus mendukung usaha masyarakat di daerah.
Ferry juga mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah perkembangan koperasi di Indonesia. Ia menyebut Syarikat Dagang Islam sebagai salah satu organisasi yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan gerakan ekonomi berbasis masyarakat pada masa awal abad ke-20.
BKMT Perlu Mengikuti Perubahan Teknologi
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina BKMT Dailami Firdaus menyoroti tantangan organisasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Dailami menekankan bahwa teknologi seharusnya berfungsi sebagai alat untuk mendukung aktivitas manusia, bukan menjadi tujuan utama. Karena itu, ia mengingatkan anggota BKMT agar tetap menempatkan iman, ilmu, dan amal sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi.
Pandangan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat untuk memilah informasi di ruang digital. Literasi digital dapat membantu anggota mengenali informasi yang keliru sekaligus menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab.
Muktamar BKMT Bahas Perluasan Peran Organisasi
Muktamar Ke-X BKMT mengusung tema Berdayakan Umat Membangun Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP BKMT Syifa Fauzia, Ketua Dewan Pembina BKMT Dailami Firdaus, serta peserta dari berbagai provinsi.
Syifa Fauzia mengatakan muktamar menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian BKMT di berbagai bidang. Selain membahas kepengurusan, forum tersebut menjadi ruang bagi BKMT untuk menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan taklim.
Dengan demikian, gagasan koperasi menambah ruang baru bagi BKMT untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat.










Komentar