KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membahas kesiapan distribusi barang bersubsidi melalui KDKMP di Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membahas kesiapan distribusi barang bersubsidi melalui KDKMP di Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai diarahkan sebagai bagian dari sistem distribusi barang bersubsidi hingga tingkat desa. Pemerintah kini menyiapkan pasokan, mekanisme penyaluran, serta pengawasan agar distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono membahas kesiapan tersebut bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan sejumlah pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Pemerintah membahas distribusi beras SPHP, LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, MinyaKita, serta sejumlah komoditas strategis lainnya.

KDKMP Perkuat Distribusi Barang Bersubsidi

KDKMP dapat menjalankan berbagai fungsi dalam rantai distribusi, mulai dari agen, distributor, subdistributor, pangkalan, mitra penyalur, hingga outlet resmi. Peran tersebut mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku pada setiap jenis komoditas.

Pemerintah mengharapkan pola tersebut dapat memperpendek rantai pasok. Dengan demikian, masyarakat di tingkat desa dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dan komoditas bersubsidi melalui saluran distribusi yang lebih terkoordinasi.

Baca Juga :  Pemilik Minimarket O!Save Makin Dicari, Ini Profil Perusahaan dan Konsep Harga Hematnya

Selain itu, KDKMP juga dapat menyalurkan pupuk bersubsidi, beras SPHP, minyak goreng, bantuan pangan, cadangan pangan pemerintah, LPG 3 kilogram, serta komoditas strategis lain sesuai penugasan pemerintah.

Simkopdes Pantau Stok dan Transaksi

Pemerintah juga menyiapkan sistem pemantauan distribusi melalui Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Sistem tersebut akan memuat data seperti stok, transaksi, penerima, wilayah, dan harga sehingga pemerintah dapat memantau distribusi secara lebih terintegrasi.

Langkah ini penting karena distribusi barang bersubsidi membutuhkan pengawasan dari sisi ketersediaan, harga, penerima, hingga kesinambungan pasokan. Pemerintah dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan evaluasi ketika muncul kendala dalam penyaluran.

Sementara itu, KSP mengusulkan pembentukan tim terpadu yang melibatkan Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, BUMN penyalur, dan lembaga terkait. Tim tersebut akan mengawal alur pasokan, pembayaran, pengiriman, serta pengendalian stok agar tidak terputus.

Baca Juga :  Ramai Soal Iuran BPJS Terbaru, BPJS Kesehatan Pastikan Belum Ada Perubahan

Perpres 82/2026 Jadi Landasan Operasional

Penguatan distribusi tersebut berjalan bersamaan dengan penerbitan Perpres Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dudung menyebut regulasi tersebut menjadi landasan untuk mempercepat penyiapan dan pengoperasian KDKMP secara tertib dan terkoordinasi.

Karena itu, pemerintah tidak hanya menyiapkan gerai koperasi, tetapi juga perlu memastikan pasokan, logistik, pergudangan, transaksi, dan pengawasan berjalan secara terpadu sebelum operasional berlangsung penuh.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan kesiapan perusahaan mendukung distribusi barang bersubsidi melalui KDKMP. Pemerintah selanjutnya perlu memastikan koordinasi antarinstansi berjalan konsisten agar mekanisme penyaluran dapat menjangkau masyarakat desa sesuai aturan.

Berita Terkait

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi
Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri
Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa
Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan
InaExport Tambah Lima Layanan untuk Buka Peluang Ekspor Produk Indonesia
Fermentasi Nusantara Disiapkan Jadi Produk Kreatif untuk Pasar Global
Industri Tekstil Jadi Fokus Pemerintah, Bahan Baku hingga Impor Jadi Perhatian
Kerja Sama Industri Indonesia-Bulgaria Bidik Investasi dan Akses Pasar Eropa
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 11:00 WIB

Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri

Sabtu, 26 September 2026 - 09:00 WIB

Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa

Sabtu, 26 September 2026 - 07:00 WIB

KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan

Berita Terbaru