Pengelolaan Gambut Berbasis Sains Jadi Fokus, Prabowo Siapkan Badan Nasional dan Perkuat Peran Desa

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pemerintah akan melibatkan ilmuwan untuk memperkuat kebijakan pengelolaan gambut (foto: kementerian sekretaris negara)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pemerintah akan melibatkan ilmuwan untuk memperkuat kebijakan pengelolaan gambut (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Pengelolaan gambut berbasis sains menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran lahan gambut. Presiden membahas strategi tersebut bersama akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Dalam pertemuan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pemerintah akan melibatkan ilmuwan untuk memperkuat kebijakan pengelolaan gambut. Selain itu, Presiden Prabowo menyetujui pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Langkah tersebut menempatkan pengelolaan gambut berbasis sains sebagai salah satu dasar kerja badan baru. Menurut Brian, badan tersebut nantinya dapat membantu mengintegrasikan data serta informasi mengenai izin dan pengelolaan lahan sehingga pemerintah lebih mudah menyusun langkah pencegahan.

BPGMN Akan Didukung Data dan Pemetaan Lahan

Pemerintah juga menyiapkan pemetaan yang lebih komprehensif untuk memahami karakteristik serta potensi kawasan gambut. Pemetaan tersebut dapat membantu menentukan pemanfaatan lahan untuk kegiatan seperti budidaya tanaman, perikanan, maupun keperluan lain yang sesuai dengan kondisi kawasan.

Baca Juga :  Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal di Tengah El Nino

Selain pendekatan ilmiah, pemerintah juga akan mempertimbangkan pengetahuan dan praktik kearifan lokal. Brian menyebut Presiden meminta agar pengalaman masyarakat dapat menjadi salah satu referensi dalam pengelolaan dan penanganan gambut.

Dengan demikian, kebijakan tidak hanya bertumpu pada data penelitian, tetapi juga mempertimbangkan praktik yang berkembang di wilayah gambut.

Masyarakat Desa Didorong Perkuat Respons Kebakaran

Pemerintah juga memberi perhatian pada peran masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran. Presiden mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis desa melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Para ilmuwan dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah praktik penanganan kebakaran, termasuk penggunaan pompa untuk mempercepat respons serta perhitungan teknis dalam pemadaman melalui udara. Pemerintah akan menggunakan berbagai kajian dan praktik tersebut sebagai bahan referensi bagi badan yang akan dibentuk.

Baca Juga :  Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT Resmi Disiapkan, Ini Skema Baru yang Diperintahkan Prabowo

Pendekatan ini menempatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dalam respons awal ketika kebakaran terjadi. Pada saat yang sama, pemerintah dapat memperkuat dukungan teknologi, data, dan metode pemadaman berdasarkan hasil penelitian.

Edukasi dan Riset Gambut Berlanjut

Upaya pencegahan juga menyentuh sektor pendidikan. Pemerintah membahas pengembangan materi dan kurikulum di sekolah mengenai pentingnya menjaga lahan gambut serta mencegah kebakaran.

Selain itu, Presiden meminta agar riset dan kajian mengenai gambut terus berlanjut. Pemerintah berharap hasil penelitian dapat mendukung pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

Brian menyebut luas lahan gambut Indonesia mencapai lebih dari 33 juta hektare. Karena itu, pengelolaan membutuhkan pemetaan, penelitian, keterlibatan masyarakat, serta koordinasi antarlembaga agar pemanfaatan kawasan berjalan sejalan dengan upaya pencegahan kebakaran.

Berita Terkait

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter
Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang
Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian
Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI
Konferensi Imam Dunia Dorong Masjid Jadi Pusat Respons Isu Global
Program Scorpène Jadi Ruang Penguatan Industri Kapal Selam Indonesia
Transformasi Layanan ATR/BPN Didorong Beri Kepastian bagi Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:00 WIB

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIB

Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang

Minggu, 27 September 2026 - 13:00 WIB

Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian

Minggu, 27 September 2026 - 09:00 WIB

Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI

Berita Terbaru