Penanganan Kekeringan Bengawan Jero: 3.379 Hektare Sawah Sudah Terairi, Normalisasi Sungai Capai 3.335 Meter

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Excavator amphibi digunakan untuk membuka alur Sungai Deket sebagai bagian dari upaya memperlancar pasokan air irigasi ke persawahan di kawasan Bengawan Jero, Lamongan (foto: kementerian pekerjaan umum)

Excavator amphibi digunakan untuk membuka alur Sungai Deket sebagai bagian dari upaya memperlancar pasokan air irigasi ke persawahan di kawasan Bengawan Jero, Lamongan (foto: kementerian pekerjaan umum)

Sisipublik.com – Penanganan kekeringan Bengawan Jero terus dikebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Selain mengoperasikan pompa, pemerintah mempercepat normalisasi sejumlah sungai untuk memperlancar pasokan air ke jaringan irigasi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Upaya tersebut menyasar kawasan persawahan di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero. BBWS Bengawan Solo memusatkan pekerjaan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, dengan membuka kembali alur Sungai Deket agar aliran dari Sungai Blawi dapat bergerak lebih lancar menuju jaringan irigasi.

Hingga 9 September 2026, penanganan kekeringan Bengawan Jero melalui normalisasi Sungai Deket telah mencapai 3.335 meter dari target sekitar 4.000 meter. Dengan capaian tersebut, pekerjaan menyisakan sekitar 665 meter untuk memenuhi target normalisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan jaringan irigasi.

Penanganan Kekeringan Bengawan Jero Prioritaskan Aliran ke Sawah

BBWS Bengawan Solo mengerjakan normalisasi Sungai Deket menggunakan tiga excavator amphibi, yakni Komatsu PC 70, Ultratek PC 45, serta satu unit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain Sungai Deket, petugas juga menormalisasi Sungai Corong dan Sungai Malang untuk memperlancar distribusi air.

Pada pekerjaan terakhir yang tercatat dalam laporan 9 September, excavator amphibi Ultratek PC 45 membuka alur sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 2 meter dan kedalaman 1 meter. Sementara itu, Komatsu PC 70 telah mengerjakan 580 meter dan alat milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencapai 1.120 meter.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Pecahan 1 Gram Kini Dibanderol Rp 2,773 Juta

Di sisi lain, BBWS Bengawan Solo mengoperasikan pompa di Pintu Melik II untuk menambah aliran air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Sistem tersebut melayani sebagian wilayah Kecamatan Deket, Glagah, Turi, Karangbinangun, dan Kalitengah dengan luas sekitar 3.386 hektare.

Dari luas layanan tersebut, sekitar 3.379 hektare sudah memperoleh aliran air, sedangkan sekitar 7 hektare masih membutuhkan pemenuhan pasokan. Data tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan debit air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan irigasi selama kondisi kering.

Pompa Tambah Pasokan Air Irigasi Bengawan Jero

Untuk memperkuat pasokan, BBWS Bengawan Solo mengoperasikan empat mesin pompa di Pintu Melik II. Masing-masing pompa memiliki kapasitas sekitar 250 liter per detik dan beroperasi selama delapan jam. Secara keseluruhan, petugas mencatat volume outflow sekitar 28.800 meter kubik pada 9 September 2026.

Selain itu, petugas mengoperasikan tiga pompa alkon berukuran 6 inci, tiga pompa alkon berukuran 3 inci, satu mobile pump berkapasitas 250 liter per detik, dan satu trailer pump dengan kapasitas yang sama.

Baca Juga :  Bintang Jasa Pencipta B50 Disiapkan Prabowo, Penggagas Program Diminta Segera Didata

Pompa-pompa tersebut mengalirkan air dari Sungai Deket menuju saluran sekunder dan petak sawah dengan cakupan sekitar 41 hektare. BBWS Bengawan Solo juga menerapkan jadwal gilir pelayanan air agar distribusi yang tersedia dapat menjangkau pengguna irigasi secara lebih teratur.

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menjelaskan bahwa pemerintah menggabungkan normalisasi, pemompaan, dan pengaturan pelayanan air untuk menjaga pasokan irigasi. Menurut dia, langkah tersebut memanfaatkan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo sekaligus meningkatkan kapasitas aliran.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya respons cepat dan terukur dalam menghadapi kekeringan. Ia menyebut optimalisasi infrastruktur sumber daya air sebagai salah satu cara untuk memaksimalkan air yang tersedia bagi kebutuhan masyarakat.

Ke depan, BBWS Bengawan Solo akan melanjutkan pembukaan alur Sungai Deket sekitar 665 meter hingga mencapai target 4.000 meter. Petugas juga akan mempertahankan operasi pompa untuk menambah debit menuju Sungai Blawi sesuai kebutuhan air di lapangan.

Dengan kombinasi normalisasi dan pemompaan tersebut, pemerintah berupaya menjaga distribusi air ke ribuan hektare sawah di Bengawan Jero sekaligus mengurangi tekanan kekeringan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Berita Terkait

Pemutakhiran DTSEN Dorong Pemerintah Perbaiki Penentuan Desil Penerima Bansos
MTQ Nasional XXXI Perluas Partisipasi, Menag Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian
Pendidikan Vokasi Kemenperin Perluas Jalan SDM Industri ke Level Global
Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi Meski Intensitas Permukaan Menurun
Gus Ipul Dorong SDM Sekolah Rakyat Perkuat Akurasi Data Bansos
11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026
11 Fasilitas Waste-to-Energy Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:36 WIB

Penanganan Kekeringan Bengawan Jero: 3.379 Hektare Sawah Sudah Terairi, Normalisasi Sungai Capai 3.335 Meter

Sabtu, 12 September 2026 - 14:00 WIB

Pemutakhiran DTSEN Dorong Pemerintah Perbaiki Penentuan Desil Penerima Bansos

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

MTQ Nasional XXXI Perluas Partisipasi, Menag Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

Pendidikan Vokasi Kemenperin Perluas Jalan SDM Industri ke Level Global

Sabtu, 12 September 2026 - 06:00 WIB

Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi Meski Intensitas Permukaan Menurun

Berita Terbaru