Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pariwisata mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan dan operator tur dari Pune dalam Sales Mission Pune 2026 di India (foto: kementerian pariwisata)

Kementerian Pariwisata mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan dan operator tur dari Pune dalam Sales Mission Pune 2026 di India (foto: kementerian pariwisata)

Sisipublik.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi Rp12,8 miliar dari kegiatan Sales Mission Pune 2026 di India. Pertemuan bisnis yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, Jumat (4/9/2026), juga menghasilkan estimasi pergerakan 1.582 wisatawan India ke Indonesia.

Capaian tersebut memperlihatkan peluang pasar wisatawan India yang semakin terbuka, khususnya dari Pune dan wilayah sekitarnya. Kemenpar memanfaatkan forum bisnis itu untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan serta operator tur India.

Sales Mission Pune 2026 merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia dalam ITB India 2026 di Mumbai. Melalui agenda tersebut, Kemenpar memperluas hubungan langsung antara pelaku usaha pariwisata Indonesia dan calon mitra penjualan di pasar India.

Potensi transaksi Rp12,8 miliar menyasar pasar wisata India

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan potensi transaksi Rp12,8 miliar menunjukkan tingginya minat pasar Pune terhadap destinasi wisata Indonesia. Menurut dia, karakter produk wisata Indonesia sesuai dengan sejumlah segmen wisatawan yang berkembang di kota tersebut.

Dalam pertemuan B2B itu, pelaku industri India menunjukkan ketertarikan terhadap wisatawan individu atau Free Independent Traveler (FIT), perjalanan bulan madu dan pasangan, serta wisata mewah (luxury tourism).

Baca Juga :  Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi

Selain itu, Bali menjadi salah satu destinasi yang paling banyak mendapat perhatian. Pelaku industri India juga menunjukkan minat terhadap kawasan Borobudur–Yogyakarta–Prambanan serta Gili dan Lombok.

Pune dinilai punya daya beli wisatawan yang kuat

Kemenpar memilih Pune sebagai lokasi promosi karena kota tersebut memiliki basis ekonomi yang dinilai mendukung pertumbuhan perjalanan wisata ke luar negeri. Pune merupakan kota terbesar kedua di Negara Bagian Maharashtra setelah Mumbai.

Kota itu juga memiliki kawasan metropolitan dengan populasi lebih dari tujuh juta jiwa. Di sisi lain, perkembangan sektor teknologi informasi, manufaktur, pendidikan, dan perusahaan rintisan turut memperkuat posisi Pune sebagai salah satu pusat ekonomi India.

Sementara itu, Maharashtra memiliki Produk Domestik Bruto sekitar 650 miliar dolar AS. Kondisi tersebut memberikan basis pasar dengan kemampuan finansial yang relatif kuat untuk melakukan perjalanan internasional.

Karena itu, pelaku industri menempatkan Pune sebagai salah satu kota prioritas untuk kegiatan promosi pariwisata Indonesia. Kota tersebut menjadi rekomendasi setelah Bengaluru, Ahmedabad, dan Hyderabad.

12 pelaku industri Indonesia tawarkan destinasi unggulan

Untuk menangkap peluang pasar tersebut, Kemenpar membawa 12 perusahaan dan pelaku industri pariwisata Indonesia dalam Sales Mission Pune 2026.

Baca Juga :  IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi

Mereka menawarkan berbagai produk dan destinasi, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam–Bintan, Borneo, Lombok, hingga destinasi Beyond Bali.

Peserta terdiri atas perusahaan pengelola destinasi (destination management company/DMC), hotel, tour operator, dan restoran. Pelaku usaha yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Abindo Holidays DMC, KCBJ Tours, LH Travels, Luxury Bali Tours & Travel DMC, Pacto DMC, Pramana Experience, Tria Uma DMC, Varatrip, Swarga Suites Bali Berawa, Lisa Tours & Travel, The Golden Saffron Indian Cuisine, dan TJTS-Bali.

Melalui pertemuan langsung dengan calon mitra di India, Kemenpar berupaya mendorong produk wisata Indonesia masuk lebih luas ke katalog perjalanan agen dan operator tur India.

Selanjutnya, Kemenpar akan memperkuat kerja sama dengan asosiasi perjalanan, maskapai penerbangan, platform perjalanan daring, serta pelaku industri pariwisata India. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya jangkau promosi dan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan India ke Indonesia secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi
Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global
Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali
IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi
Teknologi Persinyalan Transportasi Jadi Awal Kolaborasi Baru Indonesia dan Jepang untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta
Gerhana Matahari Total 12 Agustus Bisa Disaksikan Secara Langsung, ESA Siapkan Siaran dari Spanyol
Kapten Pertama Real Madrid, Federico Valverde Siap Emban Tanggung Jawab di Era Jose Mourinho
Hasil Piala Dunia 2026: Satu Gol Mikel Merino Ubah Nasib Spanyol di Perempat Final
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi

Selasa, 8 September 2026 - 09:00 WIB

Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar

Jumat, 4 September 2026 - 05:30 WIB

Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global

Kamis, 3 September 2026 - 11:00 WIB

Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi

Berita Terbaru