Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim teknis Kementerian PU melakukan pemeriksaan kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran setelah mengalami gangguan struktur saat peresmian (foto: kementerian pekerjaan umum)

Tim teknis Kementerian PU melakukan pemeriksaan kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran setelah mengalami gangguan struktur saat peresmian (foto: kementerian pekerjaan umum)

Sisipublik.com – Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjalani pemeriksaan teknis setelah sling jembatan terlepas saat digunakan dalam rangkaian peresmian pada Minggu (30/8/2026). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengkaji kondisi struktur untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Tim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat bersama Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) memeriksa kondisi struktur jembatan secara langsung. Pemeriksaan mencakup elemen yang mengalami gangguan, kondisi struktur utama, serta data teknis yang diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya.

Jembatan Gantung Pongpet Masuk Evaluasi Menyeluruh

Jembatan Gantung Pongpet menjadi perhatian setelah tali sling terlepas ketika puluhan orang melintas secara bersamaan dalam rangkaian peresmian. TNI AD menjelaskan bahwa kejadian tersebut membuat posisi jembatan berubah dan menyebabkan bagian sling pada salah satu sisi terlepas dari sistem pengikatnya. Struktur utama jembatan tidak mengalami keruntuhan secara keseluruhan.

Karena itu, Kementerian PU tidak langsung menetapkan bentuk perbaikan. Tim teknis lebih dahulu melakukan monitoring, evaluasi, dan investigasi awal untuk mengetahui kondisi aktual setiap komponen jembatan.

Baca Juga :  Perusahaan Tidak Jalankan B50 Bakal Hadapi Sanksi, Pemerintah Awasi Masa Transisi Hingga Oktober 2026

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan hasil pemeriksaan akan menentukan apakah jembatan masih memungkinkan untuk direnovasi atau membutuhkan pembangunan kembali. Namun, informasi awal yang diterimanya mengarah pada kebutuhan pembangunan ulang karena struktur tersebut berkaitan dengan jembatan yang telah berdiri sejak 1992.

Kapasitas Jembatan Jadi Bagian dari Evaluasi

Pemeriksaan teknis juga menyoroti kondisi pembebanan yang terjadi ketika jembatan digunakan dalam jumlah besar secara bersamaan. TNI AD menyebut lebih dari 50 orang berada di atas jembatan saat kejadian. Jumlah tersebut menjadi salah satu kondisi yang diperhatikan dalam evaluasi penggunaan jembatan.

Selain faktor pembebanan, tim Kementerian PU memeriksa sejumlah elemen struktur yang mengalami gangguan. Pemeriksaan ini penting untuk membedakan kerusakan pada komponen tertentu dengan kondisi keseluruhan struktur.

Kepala BGTS Hendarto mengatakan penanganan harus segera berjalan, tetapi aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum jembatan kembali digunakan masyarakat.

Baca Juga :  Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 Tembus 5,84%, Tertinggi di Pulau Jawa

Dengan demikian, hasil asesmen teknis akan menjadi dasar untuk menentukan metode penanganan, termasuk kemungkinan perbaikan maupun pembangunan kembali.

Akses Warga Belum Dibuka

Untuk sementara, jembatan belum dapat digunakan masyarakat. TNI AD menyebut jembatan masih menjalani perbaikan dan evaluasi guna memastikan kekuatan struktur, sistem pengikat sling, serta kapasitas pengguna sebelum pembukaan kembali.

Jembatan tersebut memiliki fungsi penting bagi mobilitas warga di kawasan sekitar. Pemerintah daerah sebelumnya menyebut akses tersebut menghubungkan wilayah Desa Margacinta dan Cibanten serta mendukung aktivitas masyarakat.

Pemerintah daerah sebelumnya menyebut jembatan tersebut memiliki fungsi penting bagi mobilitas warga karena menghubungkan Desa Margacinta dan Cibanten. Pembukaan kembali jembatan menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan untuk memastikan kondisi struktur serta sistem pengikat sling memenuhi aspek keselamatan.

Kementerian PU mengimbau masyarakat tidak mendekati area jembatan yang terdampak dan mematuhi batas pengamanan serta arahan petugas. Langkah tersebut diperlukan sampai seluruh proses pemeriksaan dan penanganan selesai.

Berita Terkait

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Kementerian PU Pasok Air, Penanganan Karhutla Muaro Jambi Berlanjut hingga Pendinginan
SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku
Budaya Kesultanan Ternate: Viva Yoga Dorong Pelestarian Tradisi Pulau Hiri
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Berita Terbaru