Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BRIN dan Perum BULOG bekerja sama mengembangkan riset iradiasi berbasis elektron untuk mengendalikan hama dan memperpanjang umur simpan beras (foto : brin)

BRIN dan Perum BULOG bekerja sama mengembangkan riset iradiasi berbasis elektron untuk mengendalikan hama dan memperpanjang umur simpan beras (foto : brin)

Sisipublik.com – Teknologi nuklir BRIN mulai diarahkan untuk membantu Perum BULOG menjaga mutu beras selama penyimpanan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perum BULOG menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan fasilitas akselerator elektron energi tinggi untuk mendukung riset pengendalian hama serta perpanjangan umur simpan beras.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (31/8). Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.

Teknologi nuklir BRIN fokus atasi tantangan penyimpanan beras

Teknologi nuklir BRIN dalam penelitian ini diarahkan pada pemanfaatan iradiasi elektron untuk mengendalikan hama gudang dan mempertahankan mutu beras. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN, Irawan Sugoro, menjelaskan bahwa riset tersebut berangkat dari tantangan BULOG dalam mempertahankan kualitas beras selama penyimpanan.

Beras yang tersimpan dalam waktu lama dapat mengalami perubahan fisik, kimia, dan biologis. Selain itu, volume stok yang besar dan ancaman hama gudang turut meningkatkan tantangan pengelolaan cadangan pangan.

Baca Juga :  Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Karena itu, BRIN menyiapkan dua fokus penelitian, yakni pengendalian hama gudang serta pemeliharaan dan perpanjangan umur simpan beras menggunakan teknologi iradiasi elektron.

Menurut Irawan, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperpanjang masa simpan beras dengan tetap mempertahankan kualitasnya.

Riset berlangsung selama 12 bulan

BRIN dan BULOG akan menjalankan penelitian selama 12 bulan. Tahapannya mencakup kajian literatur dan regulasi, pelaksanaan penelitian, hingga diseminasi hasil.

Selanjutnya, BRIN akan menyampaikan hasil perkembangan riset kepada BULOG secara berkala. Laporan tersebut mencakup laporan pendahuluan, laporan bulanan, laporan akhir, serta ringkasan hasil penelitian.

Riset ini juga menargetkan sejumlah keluaran teknis. Di antaranya data dan standar operasional prosedur (SOP) iradiasi hama gudang, metode dosimetri iradiasi beras, serta kajian ekonomi terkait penerapan teknologi iradiasi.

Selain itu, penelitian berpotensi menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan kekayaan intelektual yang akan dibahas lebih lanjut selama program berjalan.

BRIN siapkan teknologi nuklir untuk tahap pilot

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bakhri, berharap penelitian tersebut tidak berhenti pada tahap kajian. Jika hasilnya terbukti secara ilmiah, BRIN akan mendorong pengembangan teknologi menuju tahap pilot agar dapat diuji untuk kebutuhan operasional.

Baca Juga :  Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet

Langkah tersebut penting karena keberhasilan riset perlu dibuktikan melalui hasil penelitian yang terukur sebelum teknologi diterapkan dalam skala yang lebih besar.

Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prasetya Nurdin, menilai kerja sama dengan BRIN relevan dengan tanggung jawab BULOG dalam menjaga cadangan pangan nasional.

Menurut Ade, stok beras dalam jumlah besar membutuhkan teknologi yang mampu membantu mempertahankan mutu selama penyimpanan. BULOG juga mendorong pemanfaatan kemampuan riset dalam negeri untuk mendukung kebutuhan tersebut.

“Perintahnya kita itu tidak menggunakan teknologi luar, ya, harus dengan teman-teman BRIN.”

Ade menegaskan pemanfaatan sumber daya dan teknologi nasional menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian pengelolaan cadangan pangan.

Kerja sama tersebut diharapkan memberikan dasar teknis bagi BULOG untuk menilai kelayakan iradiasi elektron dalam pengelolaan stok beras.

Berita Terkait

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi, Kenali Cara Kerja Proxy BlockAway
Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri
Top Up e-Toll atau e-Money: Pilih Cara Lewat HP, Minimarket, atau ATM
Teknologi Air BRIN Andalkan Biomassa Lokal untuk Perkuat Ketahanan Nasional
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah

Berita Terbaru