Irigasi perpipaan Bantu Petani Cirebon Hadapi Musim Kemarau

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto: kementerian pertanian)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com – Petani Cirebon kini mendapat dukungan baru untuk menjaga lahan tetap produktif saat musim kemarau. Kementerian Pertanian (Kementan) membangun jaringan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter untuk Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Pembangunan tersebut menjawab kebutuhan petani yang selama sekitar 20 tahun menghadapi keterbatasan akses air. Dengan jaringan baru itu, petani memiliki sarana untuk mengalirkan air ke lahan, terutama ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau.

Irigasi Perpipaan Jadi Penopang Musim Tanam

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M Saeproni, menyebut bantuan tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan petani. Menurut dia, persoalan ketersediaan air selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam kegiatan pertanian.

Saeproni menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan jaringan irigasi tersebut. Ia juga berharap petani dapat mempertahankan kegiatan tanam ketika kondisi cuaca semakin kering.

Baca Juga :  Festival Ciomas Ngabring 2026 Meriah, 3.500 Warga Tampilkan Tari Silat Kolosal di Serang

Selain itu, keberadaan jaringan air memberi peluang bagi petani untuk mengelola lahan secara lebih optimal. Pasokan air yang lebih dekat dengan lahan juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang sebelumnya sulit dijangkau.

Kementan Perkuat Infrastruktur Air Pertanian

Pembangunan irigasi di Cirebon menjadi bagian dari upaya Kementan memperluas dukungan infrastruktur air untuk sektor pertanian. Pemerintah menempatkan ketersediaan air sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas produksi.

Pada 2026, Kementan menargetkan 89.600 unit kegiatan untuk mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian. Program tersebut mencakup berbagai bentuk dukungan infrastruktur air.

Rinciannya antara lain 17.400 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) dan 3.500 unit Irigasi Perpipaan (Irpip). Pemerintah juga menargetkan pembangunan 56.000 unit pompanisasi yang diproyeksikan melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan.

Baca Juga :  Perusahaan Tidak Jalankan B50 Bakal Hadapi Sanksi, Pemerintah Awasi Masa Transisi Hingga Oktober 2026

Dengan demikian, penguatan jaringan air tidak hanya menyasar satu wilayah. Program tersebut juga diarahkan untuk membantu petani menghadapi risiko kekurangan air di berbagai sentra produksi.

Air Menjadi Kunci Menjaga Produksi Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai ketersediaan air berperan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Karena itu, pemerintah memperkuat sejumlah infrastruktur, termasuk irigasi, pompanisasi, embung, dan rehabilitasi jaringan pengairan.

Menurut Amran, dukungan tersebut bertujuan agar petani tetap memiliki kesempatan menanam meskipun menghadapi musim kemarau. Pemerintah juga mengaitkan penguatan infrastruktur air dengan upaya menjaga produksi pangan nasional.

Bagi petani di Cirebon, jaringan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter menjadi tambahan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas pertanian. Setelah penantian panjang, fasilitas tersebut diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan ketika ketersediaan air menurun.

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Kementerian PU Pasok Air, Penanganan Karhutla Muaro Jambi Berlanjut hingga Pendinginan
SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Berita Terbaru