Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 Tembus 5,84%, Tertinggi di Pulau Jawa

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 Tembus 5,84%, (foto: bappeda.jatimprov)

Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 Tembus 5,84%, (foto: bappeda.jatimprov)

Sisipublik.com – Ekonomi Jawa Timur semester I 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,84 persen secara kumulatif atau cumulative to cumulative (c-to-c). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen pada periode yang sama.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku mencapai Rp930 triliun. Sementara itu, PDRB berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp538,59 triliun.

Ekonomi Jawa Timur semester I 2026 juga menunjukkan perkembangan positif di hampir seluruh lapangan usaha. BPS mencatat hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan pada periode tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menyampaikan data tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026. Menurutnya, aktivitas ekonomi di berbagai sektor terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Jawa Timur.

Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 Didorong Berbagai Lapangan Usaha

Berdasarkan kategori lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian mengalami koreksi sebesar 4,71 persen. Namun, sektor lain mampu mencatat pertumbuhan yang cukup kuat.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,76 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat pada sektor jasa dan konsumsi.

Selanjutnya, sektor jasa lainnya tumbuh sebesar 10,04 persen. Kemudian, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan 7,78 persen.

Baca Juga :  Jadwal China Open 2026: Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri Siap Tampil di Changzhou

Sektor informasi dan komunikasi juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 7,29 persen. Dengan demikian, sejumlah sektor utama mampu menopang laju ekonomi Jawa Timur sepanjang semester pertama 2026.

Selain melihat lapangan usaha, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi berdasarkan komponen pengeluaran. Data tersebut memperlihatkan peningkatan aktivitas dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

Konsumsi Pemerintah Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan

Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan paling tinggi. Komponen tersebut tumbuh sebesar 19,80 persen pada semester I/2026.

Setelah itu, pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 9,01 persen. Sementara itu, pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan sebesar 8,20 persen.

Pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) juga terus menguat dengan pertumbuhan sebesar 5,74 persen. Selanjutnya, ekspor barang dan jasa tumbuh sebesar 3,68 persen.

Di sisi lain, impor barang dan jasa tumbuh sebesar 5,57 persen. Dalam perhitungan PDRB, komponen impor menjadi faktor pengurang.

Jawa Timur Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa

Secara spasial, struktur ekonomi Pulau Jawa pada triwulan II/2026 masih menunjukkan dominasi beberapa provinsi utama. DKI Jakarta memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Pulau Jawa dengan porsi 28,89 persen.

Baca Juga :  Real Madrid Tutup Musim dengan Kemenangan 4-2 atas Athletic Bilbao

Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sebesar 25,40 persen. Setelah itu, Jawa Barat menyumbang 22,77 persen, sedangkan Jawa Tengah memberikan kontribusi 14,50 persen.

Kemudian, Banten menyumbang 6,91 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 1,52 persen. Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya peran Jawa Timur dalam perekonomian Pulau Jawa.

Lebih lanjut, Herum menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Pulau Jawa secara umum masih berada pada zona positif. Aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat turut menjaga momentum pertumbuhan di kawasan tersebut.

Pada triwulan II/2026, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi semester I sebesar 5,84 persen secara c-to-c. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyusul dengan pertumbuhan masing-masing 5,80 persen. Berikutnya, Jawa Barat mencatat 5,76 persen, Banten 5,57 persen, dan DKI Jakarta 5,55 persen.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur tidak hanya melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen. Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi semester I/2026 tertinggi di Pulau Jawa. (j/*)

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru