PSEL DIY Piyungan Siap Dibangun Akhir 2026, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PSEL DIY Piyungan Siap Dibangun Akhir 2026, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik (foto: harianyogya)

PSEL DIY Piyungan Siap Dibangun Akhir 2026, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik (foto: harianyogya)

Sisipublik.com – Proyek strategis PSEL DIY Piyungan yang di persiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Pemda menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut berlangsung pada akhir 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi rampung sesuai jadwal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY Kusno Wibowo menjelaskan, saat ini pemerintah terus menyelesaikan berbagai persyaratan di lapangan. Selain aspek teknis, proses administrasi juga menjadi fokus agar proyek dapat memasuki tahap konstruksi sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, PSEL DIY Piyungan masuk dalam agenda pembangunan yang memiliki tenggat penyelesaian dari berbagai pihak terkait. Kusno menyebut seluruh dokumen dan kelengkapan proyek di harapkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Jika seluruh proses berjalan lancar, groundbreaking dapat terlaksana pada penghujung 2026.

PSEL DIY Piyungan Dirancang Olah 1.000 Ton Sampah Setiap Hari

Pada tahap awal operasional, fasilitas ini di rancang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari. Pasokan sampah berasal dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Selanjutnya, teknologi waste to energy akan mengubah sampah menjadi energi listrik. Energi yang di hasilkan nantinya akan masuk ke jaringan kelistrikan nasional melalui pembelian oleh PT PLN.

Baca Juga :  Sinopsis Drama Shine on Me, Kisah Cinta Zhao Jin Mai dan Song Weilong yang Penuh Perjuangan

Menurut Kusno, harga pembelian listrik yang di sampaikan dalam pembahasan proyek mencapai sekitar 20 sen dolar AS per kWh. Skema tersebut di harapkan mendukung keberlanjutan operasional fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Berdiri di Lahan 5,7 Hektar di Piyungan

Pemerintah memilih kawasan Piyungan, Kabupaten Bantul, sebagai lokasi pembangunan proyek. Lahan seluas 5,7 hektar telah di siapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.

Sementara itu, proses konstruksi di perkirakan berlangsung sekitar 18 bulan atau satu setengah tahun. Dengan jadwal tersebut, pemerintah menargetkan fasilitas sudah memasuki tahap operasional pada 2028.

Baca Juga :  Pembangkit Trisakti Tambah 20 MW, PLN Nusa Daya Perkuat Listrik Kalimantan

Setelah beroperasi, kapasitas layanan PSEL juga berpeluang berkembang. Selain menerima sampah dari Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman, fasilitas ini dapat melayani pengolahan sampah dari Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul.

Investasi Capai Rp2 Triliun, Pemerintah Pastikan Proyek Berjalan

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa rencana pembangunan PSEL tetap berjalan sesuai jadwal yang telah di tetapkan pemerintah pusat. Ia menyampaikan optimisme bahwa seluruh tahapan proyek akan terus berlangsung hingga mencapai target pembangunan.

Proyek PSEL DIY Piyungan membutuhkan investasi sekitar Rp2 triliun. Pemerintah memperkirakan masa pembangunan berlangsung antara 1,5 hingga 2 tahun sebelum fasilitas mulai beroperasi secara penuh sebagai pusat pengolahan sampah sekaligus pembangkit energi listrik. (j/*)

Berita Terkait

Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos
UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan
Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali
Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:03 WIB

UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Berita Terbaru