Sisipublik.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar untuk disalurkan melalui akad massal di Kota Batang, Jawa Tengah. Program tersebut akan berlangsung pada akhir Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat pembiayaan hunian.
Penyaluran kredit itu mencapai sekitar Rp880 miliar. Pemerintah menggandeng perbankan, khususnya Bank BRI, agar proses pembiayaan berjalan serentak dan mampu memperluas akses masyarakat terhadap program perumahan.
KUR Perumahan Rp 880 Miliar Didominasi Debitur Sisi Permintaan
Kepala Subdirektorat Pembiayaan Perumahan Kementerian PKP, Achmad Purwo Hardjanto, menjelaskan KUR Perumahan Rp 880 Miliar lebih banyak mengakomodasi debitur dari sisi permintaan (demand) dalam industri perumahan. Sebanyak 6.873 debitur berasal dari kelompok tersebut, sedangkan 227 debitur lainnya berasal dari sisi penyedia (supply).
Menurutnya, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp36 triliun sepanjang 2026. Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meningkatkan plafon program menjadi Rp50 triliun untuk memperluas jangkauan pembiayaan.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran sudah mencapai sekitar 59 persen dari target awal Rp36 triliun. Sebanyak 98.163 debitur telah menerima pembiayaan dengan total nilai sekitar Rp21,5 triliun. Purwo berharap akad massal yang melibatkan penyaluran kredit senilai Rp880 miliar dapat mempercepat pencapaian target KUR Perumahan pada tahun ini.
Akad Massal Jadi Langkah Strategis Perluas Akses Pembiayaan
Selain membantu masyarakat memperoleh pembiayaan rumah, KUR Perumahan juga mendukung pelaku usaha di sektor perumahan. Pengembang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperkuat pembangunan rumah bersubsidi sehingga pasokan hunian terus meningkat.
Saat ini, sebanyak 29 bank bergabung sebagai penyalur program. Dari jumlah tersebut, 20 bank telah merealisasikan penyaluran kredit kepada para debitur. Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan di harapkan mampu mempercepat distribusi pembiayaan sekaligus memperluas manfaat program bagi masyarakat.
Akad Massal Digelar Bersama 62.000 Rumah Subsidi
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa akad massal KUR Perumahan akan berlangsung bersamaan dengan akad massal 62.000 rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kegiatan tersebut di jadwalkan berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kota Batang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026. Heru menjelaskan nilai pembiayaan KUR Perumahan yang akan di akadkan mencapai sekitar Rp800 miliar hingga Rp880 miliar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait telah menyampaikan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri acara akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan. Pemerintah berharap Presiden dapat hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan program pembiayaan perumahan nasional. (j/*)











Komentar