Impor Kedelai Mau Dipangkas, Langkah Besar Pemerintah Ini Bisa Ubah Nasib Petani

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Impor Kedelai Mau Dipangkas, Langkah Besar Pemerintah Ini Bisa Ubah Nasib Petani (foto: pertanian)

Impor Kedelai Mau Dipangkas, Langkah Besar Pemerintah Ini Bisa Ubah Nasib Petani (foto: pertanian)

Sisipublik.com – Impor kedelai mau dipangkas melalui langkah percepatan pengembangan benih kedelai lokal. Program budidaya kedelai, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di lahan seluas 2.000 hektare sebagai tahap awal penguatan produksi nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan program tersebut bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Selain meningkatkan produksi dalam negeri, pemerintah juga ingin memperkuat kemandirian pangan melalui pemanfaatan inovasi hasil riset perguruan tinggi.

Impor kedelai mau dipangkas dengan dukungan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan UGM yang memiliki nilai sekitar Rp40 miliar. Kolaborasi itu mencakup lima hingga enam komoditas strategis, mulai dari kedelai, bawang putih, kakao, pupuk, hingga sektor peternakan. Pemerintah menegaskan kerja sama tersebut langsung memasuki tahap pelaksanaan di lapangan tanpa berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Menurut Amran, Indonesia berhasil menurunkan nilai impor sektor pertanian sekitar Rp41 triliun. Meski demikian, nilai impor komoditas pertanian masih mencapai lebih dari Rp300 triliun sehingga pemerintah terus mencari langkah nyata untuk menekannya.

Impor Kedelai Mau Dipangkas Lewat Uji Tanam 2.000 Hektare

Kementerian Pertanian awalnya menerima usulan pengembangan kedelai lokal seluas 1.000 hektare dari UGM. Namun, pemerintah kemudian meminta perluasan menjadi 2.000 hektare agar pengujian benih berlangsung lebih optimal.

Baca Juga :  PSEL Legok Nangka Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PLN Siap Serap Listrik Hingga 20 Tahun

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dana itu akan di gunakan untuk mendampingi proses budidaya sekaligus mengevaluasi performa benih kedelai lokal di lapangan.

Selain kedelai, kerja sama juga mencakup pengembangan bawang putih, kakao, serta peternakan sapi perah yang dikembangkan melalui inovasi UGM. Pemerintah berharap seluruh hasil riset dapat segera diterapkan sehingga memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian nasional.

Amran menjelaskan benih kedelai hasil penelitian UGM memiliki keunggulan karena berasal dari varietas non-GMO atau bukan hasil rekayasa genetika. Di samping itu, ukuran bijinya di nilai lebih besar di bandingkan kedelai impor sehingga berpotensi meningkatkan daya saing produk lokal.

Pengembangan Dimulai di Jawa Tengah

Pemerintah menetapkan Jawa Tengah sebagai lokasi awal pengembangan kedelai lokal. Wilayah tersebut juga menjadi sentra pengembangan bawang putih dan kakao sehingga memudahkan pelaksanaan program secara terpadu.

Selanjutnya, pemerintah akan mengawasi seluruh proses budidaya hingga masa panen. Hasil uji lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan keberlanjutan program pada skala yang lebih luas.

Baca Juga :  Tiga Hitter Indonesia Pencetak Poin Terbaik Turnamen AVC Men's Cup 2026

Apabila produktivitas kedelai lokal menunjukkan hasil yang memuaskan, pemerintah berencana meningkatkan luas tanam secara bertahap hingga mencapai 100.000 hektare. Langkah tersebut di harapkan mampu memperkuat pasokan kedelai nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Amran memperkirakan panen perdana dari program tersebut dapat berlangsung pada akhir tahun apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah Targetkan Swasembada Komoditas Strategis

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat program swasembada pangan pada komoditas yang masih bergantung pada impor. Saat ini, perhatian utama tertuju pada kedelai, bawang putih, dan satu komoditas strategis lainnya.

Menurut Amran, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan dari sebelas komoditas pangan strategis. Oleh karena itu, pengembangan kedelai lokal bersama UGM menjadi salah satu langkah penting untuk melengkapi target tersebut.

Pemerintah berharap inovasi hasil riset perguruan tinggi mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Selain mengurangi impor, program ini juga di harapkan memperkuat ketahanan pangan serta membuka peluang bagi petani untuk menghasilkan kedelai lokal dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar. (j/*)

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru