Teknologi Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih, BRIN Ternyata Sedang Garap Inovasi Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih, BRIN Ternyata Sedang Garap Inovasi Ini (foto: transisienergi)

Teknologi Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih, BRIN Ternyata Sedang Garap Inovasi Ini (foto: transisienergi)

Sisipublik.com – Indonesia terus mempercepat pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi. Teknologi Baterai Kendaraan Listrik menjadi salah satu fokus utama riset yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Material Energi BRIN, Sudaryanto, menilai baterai memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan baterai dengan kapasitas lebih besar, waktu pengisian lebih cepat, dan usia pakai lebih panjang agar kepercayaan terhadap kendaraan listrik terus meningkat.

Selain itu, Teknologi Baterai Kendaraan Listrik juga berkaitan erat dengan ketersediaan bahan baku strategis seperti litium, nikel, mangan, dan kobalt.

Sudaryanto menjelaskan bahwa BRIN mendorong pengembangan material alternatif sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Di saat yang sama, penerapan ekonomi sirkular menjadi langkah penting untuk mendukung industri baterai yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, industri pertambangan bahan baku baterai kerap menghadapi tantangan lingkungan. Salah satu contoh yang sering menjadi perhatian global ialah pemanfaatan kobalt yang memicu berbagai isu keberlanjutan. Kondisi tersebut mendorong para periset mengembangkan teknologi baterai yang mengurangi ketergantungan terhadap material tertentu.

Teknologi Baterai Kendaraan Listrik dan Tantangan Limbah Baterai

Di sisi lain, peningkatan produksi kendaraan listrik juga berpotensi meningkatkan jumlah limbah baterai. Kementerian Perindustrian menargetkan produksi 600 ribu mobil listrik dan 2,45 juta sepeda motor listrik pada 2030.

Seiring target tersebut, berbagai pihak mulai memperhatikan pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir. Berdasarkan kajian Asian Development Bank (ADB), limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 70 ribu hingga 100 ribu ton per tahun pada 2030.

Baca Juga :  Produk Baru Asus di Computex 2026 Hadirkan Laptop AI, Tablet Premium, dan Asisten AI

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BRIN mendorong pemanfaatan konsep second life battery. Melalui pendekatan ini, baterai yang tidak lagi digunakan pada kendaraan masih dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lain sebelum memasuki tahap daur ulang.

Sudaryanto menjelaskan bahwa dalam satu paket baterai kendaraan listrik sering kali hanya terdapat satu atau dua sel yang mengalami kerusakan. Sementara itu, sel lainnya masih memiliki performa yang baik sehingga dapat di manfaatkan kembali melalui proses optimalisasi.

Inovasi Material Lokal untuk Meningkatkan Kinerja Baterai

BRIN saat ini menjalankan riset baterai dari hulu hingga hilir. Pada tahap awal, para peneliti mengembangkan berbagai prekursor seperti nikel sulfat dan mangan sulfat yang berfungsi sebagai bahan utama katoda.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan alternatif anoda pengganti grafit. Penelitian tersebut memanfaatkan sumber daya alam Indonesia, termasuk batu bara dan biomassa, untuk menghasilkan grafit sintetis yang dapat mendukung industri baterai nasional.

Tidak hanya berfokus pada material, BRIN juga mengembangkan sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) guna meningkatkan keamanan dan efisiensi penggunaan baterai kendaraan listrik.

Menurut Sudaryanto, inovasi material berbasis sumber daya alam Indonesia menjadi strategi penting untuk menghasilkan baterai yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Baca Juga :  Mobil Listrik Nasional Jadi Peluang Besar Berkat Kekayaan Nikel Indonesia

BRIN Kembangkan Baterai Generasi Baru Bertegangan Tinggi

Saat ini, BRIN mengarahkan riset pada pengembangan baterai generasi baru dengan tegangan yang lebih tinggi. Sebagai perbandingan, baterai LFP memiliki tegangan sekitar 3,2 volt per sel, sedangkan baterai NMC berada pada kisaran 3,6 hingga 3,7 volt per sel.

Para peneliti berupaya meningkatkan performa baterai hingga mencapai tegangan sekitar 5 volt per sel. Untuk mencapai target tersebut, tim riset menerapkan berbagai metode, termasuk modifikasi material dan teknik doping.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan baterai berbasis natrium sebagai alternatif masa depan. Salah satu material yang menjadi perhatian ialah litium nikel mangan oksida yang mampu menghasilkan tegangan hingga sekitar 4,7 volt per sel.

Meski demikian, tantangan masih muncul pada aspek umur pakai.  Para peneliti terus meningkatkan stabilitas material melalui kombinasi logam lain, teknologi pelapisan (coating), serta metode doping untuk memperpanjang masa penggunaan baterai.

BRIN juga meningkatkan kapasitas penyimpanan energi dengan menambah kandungan nikel pada material tertentu dan mengembangkan anoda berbasis karbon. Langkah tersebut di harapkan mampu menghasilkan baterai dengan kapasitas lebih besar, keamanan lebih baik, serta harga yang semakin terjangkau.

BRIN berkomitmen mengembangkan material berbasis sumber daya alam, penerapan ekonomi sirkular, serta peningkatan performa baterai di harapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia. (j/*)

Berita Terkait

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif
BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Halal untuk Perkuat Inovasi Pangan dan Industri Nasional
Cabai Tahan Kutudaun Jadi Fokus BRIN, Inovasi Baru untuk Tingkatkan Produktivitas Petani
Pemanfaatan Limbah Industri Dorong Inovasi Pertanian dan Kelestarian Lingkungan
Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN
Keanekaragaman Nepenthes Indonesia Jadi Warisan Berharga, Jejak Prof. Mansur Jaga Kantong Semar
Laboratorium Fisika dan Kimia Canggih BRIN Buka Peluang Kolaborasi, Mahasiswa AKA Bogor Dapat Wawasan Baru
Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit dan Styrofoam Menjadi Solusi Bahan Bakar Kapal Ramah Lingkungan
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:00 WIB

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:58 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Halal untuk Perkuat Inovasi Pangan dan Industri Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Cabai Tahan Kutudaun Jadi Fokus BRIN, Inovasi Baru untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:00 WIB

Pemanfaatan Limbah Industri Dorong Inovasi Pertanian dan Kelestarian Lingkungan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:06 WIB

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN

Berita Terbaru