Sisipublik.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membagikan pengalaman berkesan selama kunjungannya ke Papua pada akhir Mei 2026. Selain menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) III di Jayapura sebagai pembicara utama, Dedi juga meluangkan waktu untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat di sejumlah kampung.
Dalam berbagai kesempatan, Dedi menekankan pentingnya pembangunan Papua yang selaras dengan budaya lokal, kearifan masyarakat adat, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi kekuatan utama wilayah tersebut.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat Dedi mengunjungi sebuah kampung dan bertemu sekelompok anak yang tengah bermain sepak bola. Ia kemudian menghampiri mereka dan berbincang mengenai aktivitas yang sedang mereka lakukan.
Ketika melihat kondisi bola yang di gunakan, Dedi menawarkan bantuan untuk membeli bola baru. Seorang anak menjelaskan bahwa harga bola tersebut sekitar Rp92 ribu. Mendengar hal itu, Dedi langsung memberikan bantuan agar mereka dapat membeli perlengkapan bermain yang lebih baik.
Namun, bukan bantuan tersebut yang paling membekas dalam ingatannya. Dedi mengaku terkesan dengan sikap anak-anak yang di temuinya, yang menunjukkan kejujuran, kesederhanaan, dan sikap apa adanya saat menerima bantuan.
Menurutnya, anak-anak yang di temuinya menunjukkan perilaku yang apa adanya tanpa berusaha meminta lebih dari yang di perlukan. Sikap tersebut menjadi pengalaman berharga selama kunjungannya di Papua.
Kebersamaan Dedi dengan warga semakin terasa ketika ia ikut bermain sepak bola bersama anak-anak di kampung tersebut. Ia bahkan bersedia berdiri di bawah mistar sebagai penjaga gawang dalam pertandingan spontan yang berlangsung penuh keceriaan.
Suasana semakin meriah saat Dedi memberikan tantangan sederhana kepada para pemain muda tersebut. Anak-anak tampak antusias mengikuti permainan dan menikmati momen kebersamaan bersama gubernur Jawa Barat itu.
Pengalaman itu semakin menguatkan pandangan Dedi bahwa karakter positif seperti kejujuran, rasa cukup, dan sportivitas perlu terus di tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. (j/*)










Komentar