Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan

Riset BRIN memanfaatkan limbah ampas kopi Gayo, kitosan, dan nanopartikel ZnO untuk menghasilkan kemasan pangan yang lebih kuat, antibakteri, serta ramah lingkungan.

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan (foto: umsu)

Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan (foto: umsu)

Sisipublik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang meneliti Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan. Melalui kajian tersebut, para peneliti mengembangkan material alternatif yang lebih berkelanjutan untuk menggantikan plastik konvensional pada industri pangan.

Selama ini, plastik masih mendominasi penggunaan sebagai kemasan makanan. Namun, material tersebut sulit terurai dan berasal dari sumber daya yang tidak dapat diperbarui sehingga memicu berbagai persoalan lingkungan. Karena itu, peneliti terus mencari bahan yang lebih aman sekaligus memiliki performa tinggi.

Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan Diuji BRIN

Peneliti Pascadoktoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Haya Fathana, memaparkan hasil penelitiannya dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler Edisi ke-10, Kamis (16/7). Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan menjadi tema utama penelitian yang mengombinasikan limbah biomassa dengan material biopolimer.

Menurut Haya, kitosan memiliki karakter biodegradable, biokompatibel, dan mampu membentuk lapisan film sehingga cocok sebagai bahan dasar kemasan ramah lingkungan. Meski demikian, kitosan masih memiliki kelemahan pada kekuatan mekanik serta ketahanan terhadap air.

Baca Juga :  Jarak Tempuh Motor Listrik VinFast Capai 150 Km, Ini Perbedaan Evo, Feliz II, dan Viper

Oleh karena itu, tim peneliti menambahkan limbah ampas kopi Gayo yang mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol. Kandungan tersebut membantu meningkatkan kekuatan material, memperbaiki stabilitas termal, memperkuat sifat hidrofobik, serta menambah aktivitas antioksidan.

Selain itu, penelitian juga memanfaatkan nanopartikel seng oksida (ZnO). Material ini berfungsi meningkatkan sifat antimikroba, memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet, dan memperkuat karakteristik mekanik film komposit.

Film Komposit Tunjukkan Karakter Lebih Kuat dan Antibakteri

Hasil pengujian menunjukkan film komposit berhasil terbentuk secara utuh, fleksibel, dan homogen. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan warna kecokelatan yang menandakan keberadaan partikel lignoselulosa. Sementara itu, penambahan ZnO tetap menjaga struktur film tanpa retakan.

Selanjutnya, karakterisasi material memperlihatkan adanya interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO. Kombinasi tersebut meningkatkan kekuatan mekanik, mengurangi permeabilitas uap air, memperbaiki sifat hidrofobik, sekaligus meningkatkan kemampuan material menghalangi radiasi ultraviolet di bandingkan film kitosan biasa.

Baca Juga :  Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware

Di sisi lain, film komposit juga memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kombinasi ampas kopi Gayo dan ZnO menghasilkan kemampuan penghambatan mikroba yang paling tinggi sehingga berpeluang mendukung pengembangan kemasan pangan aktif (active packaging).

Dukung Ekonomi Sirkular dan Inovasi Kemasan Masa Depan

Lebih lanjut, Haya menilai pemanfaatan limbah ampas kopi Gayo mampu meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pengembangan kemasan pangan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal yang memiliki sifat mekanik lebih baik, perlindungan terhadap sinar ultraviolet, daya hambat mikroba, serta kemampuan menjaga kualitas produk pangan. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan pada masa depan. (j/*)

Berita Terkait

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur
Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim
Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu
Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon

Berita Terbaru