Sisipublik.com – Melalui penataan ulang sasaran penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN ingin memastikan bantuan gizi menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan pemerintah tengah menyusun langkah perbaikan terkait penerima program. Dalam skema baru tersebut, sekolah atau kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi yang baik tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG.
Selain itu, Penerima Manfaat MBG juga menjadi bahan pembahasan yang akan di sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, agenda laporan yang semula dijadwalkan pada Kamis mengalami penyesuaian dan akan di bahas pada pertemuan berikutnya.
Menurut Nanik, pembahasan lebih rinci mengenai evaluasi program masih menunggu agenda resmi pemerintah. Karena itu, BGN belum mengungkapkan secara detail hasil evaluasi maupun kebijakan yang akan di terapkan dalam waktu dekat.
Penerima Manfaat MBG Jadi Prioritas Evaluasi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menilai distribusi penerima manfaat masih memerlukan penyesuaian agar bantuan dapat menjangkau kelompok yang lebih membutuhkan.
Menurut Zulhas, sejumlah sekolah dengan fasilitas dan kondisi ekonomi yang baik masih menerima program tersebut. Sementara itu, beberapa sekolah di daerah yang membutuhkan justru belum memperoleh manfaat MBG secara optimal.
Karena itu, pemerintah akan melakukan penyesuaian penerima dalam waktu dekat. Langkah tersebut bertujuan memperkuat efektivitas program sekaligus mengarahkan anggaran kepada wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.
Lebih lanjut, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kawasan 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Wilayah-wilayah tersebut di nilai memerlukan dukungan lebih besar agar akses terhadap pemenuhan gizi anak dapat meningkat.
Fokus Perluasan Jangkauan ke Wilayah 3T
Pemerintah menargetkan penataan penerima manfaat berlangsung dalam waktu sekitar satu bulan. Selama periode tersebut, kementerian dan lembaga terkait akan melakukan peninjauan terhadap data penerima serta kebutuhan di lapangan.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih merata. Selain memperluas jangkauan, kebijakan tersebut juga di harapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Pembenahan Dapur dan Keamanan Pangan Diperkuat
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap kualitas dapur penyedia makanan bergizi. Aspek kebersihan, pengolahan makanan, dan standar keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam evaluasi program.
Zulhas menegaskan seluruh pihak harus menjaga kualitas makanan yang di sajikan kepada penerima manfaat. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi insiden yang berkaitan dengan keamanan pangan selama pelaksanaan program berlangsung.
Oleh sebab itu, evaluasi tidak hanya menyasar data penerima manfaat, tetapi juga mencakup sistem distribusi, pengelolaan dapur, serta penerapan standar kebersihan. Dengan langkah tersebut, program MBG di harapkan semakin tepat sasaran, aman, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat Indonesia. (j/*)










Komentar