Penerima Manfaat MBG Ditata Ulang, BGN Fokuskan Program untuk Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penerima Manfaat MBG Ditata Ulang, BGN Fokuskan Program untuk Kelompok yang Lebih Membutuhkan (foto: idxchannel)

Penerima Manfaat MBG Ditata Ulang, BGN Fokuskan Program untuk Kelompok yang Lebih Membutuhkan (foto: idxchannel)

Sisipublik.com –  Melalui penataan ulang sasaran penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN ingin memastikan bantuan gizi menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan pemerintah tengah menyusun langkah perbaikan terkait penerima program. Dalam skema baru tersebut, sekolah atau kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi yang baik tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG.

Selain itu, Penerima Manfaat MBG juga menjadi bahan pembahasan yang akan di sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, agenda laporan yang semula dijadwalkan pada Kamis mengalami penyesuaian dan akan di bahas pada pertemuan berikutnya.

Menurut Nanik, pembahasan lebih rinci mengenai evaluasi program masih menunggu agenda resmi pemerintah. Karena itu, BGN belum mengungkapkan secara detail hasil evaluasi maupun kebijakan yang akan di terapkan dalam waktu dekat.

Penerima Manfaat MBG Jadi Prioritas Evaluasi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menilai distribusi penerima manfaat masih memerlukan penyesuaian agar bantuan dapat menjangkau kelompok yang lebih membutuhkan.

Baca Juga :  Pelantikan Pimpinan BGN, Prabowo Resmikan Nanik Sudaryati dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden

Menurut Zulhas, sejumlah sekolah dengan fasilitas dan kondisi ekonomi yang baik masih menerima program tersebut. Sementara itu, beberapa sekolah di daerah yang membutuhkan justru belum memperoleh manfaat MBG secara optimal.

Karena itu, pemerintah akan melakukan penyesuaian penerima dalam waktu dekat. Langkah tersebut bertujuan memperkuat efektivitas program sekaligus mengarahkan anggaran kepada wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.

Lebih lanjut, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kawasan 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Wilayah-wilayah tersebut di nilai memerlukan dukungan lebih besar agar akses terhadap pemenuhan gizi anak dapat meningkat.

Fokus Perluasan Jangkauan ke Wilayah 3T

Pemerintah menargetkan penataan penerima manfaat berlangsung dalam waktu sekitar satu bulan. Selama periode tersebut, kementerian dan lembaga terkait akan melakukan peninjauan terhadap data penerima serta kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Minyak Atsiri Nusantara Jadi Fokus BRIN, Kemenyan dan Rempah Lokal Bernilai Tinggi

Melalui langkah ini, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih merata. Selain memperluas jangkauan, kebijakan tersebut juga di harapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Pembenahan Dapur dan Keamanan Pangan Diperkuat

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap kualitas dapur penyedia makanan bergizi. Aspek kebersihan, pengolahan makanan, dan standar keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam evaluasi program.

Zulhas menegaskan seluruh pihak harus menjaga kualitas makanan yang di sajikan kepada penerima manfaat. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi insiden yang berkaitan dengan keamanan pangan selama pelaksanaan program berlangsung.

Oleh sebab itu, evaluasi tidak hanya menyasar data penerima manfaat, tetapi juga mencakup sistem distribusi, pengelolaan dapur, serta penerapan standar kebersihan. Dengan langkah tersebut, program MBG di harapkan semakin tepat sasaran, aman, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat Indonesia.  (j/*)

Berita Terkait

Ketahanan Energi Nasional Jadi Fokus, Prabowo Percepat Hilirisasi dan Jaga Stabilitas BBM Subsidi
Percepatan Revitalisasi Sekolah Jadi Fokus Prabowo, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Diperbarui
Penataan Anggaran MBG Masih Berproses, Kemenkeu Ikuti Arahan Presiden
Energi Hijau Jadi Prioritas, Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Ketahanan Energi Nasional
Efisiensi Anggaran BGN Jadi Bahasan Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional Bawa Kabar Gembira ke Istana
Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan Jadi Fokus Kemendagri, Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Penuh
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, ESDM Beberkan Faktor Global yang Mendorong Penyesuaian
Listrik di Jakarta Padam 13 Juni, Pemprov Ajak Warga Hemat Energi dan Peduli Lingkungan
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Ketahanan Energi Nasional Jadi Fokus, Prabowo Percepat Hilirisasi dan Jaga Stabilitas BBM Subsidi

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:06 WIB

Percepatan Revitalisasi Sekolah Jadi Fokus Prabowo, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Diperbarui

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

Penataan Anggaran MBG Masih Berproses, Kemenkeu Ikuti Arahan Presiden

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

Penerima Manfaat MBG Ditata Ulang, BGN Fokuskan Program untuk Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:40 WIB

Energi Hijau Jadi Prioritas, Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru