Pabrik Mobil Nasional Siap Serap 2.000 Tenaga Kerja, Pindad Targetkan Produksi Puluhan Ribu Unit

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik Mobil Nasional Siap Serap 2.000 Tenaga Kerja, Pindad Targetkan Produksi Puluhan Ribu Unit (foto: mobil123)

Pabrik Mobil Nasional Siap Serap 2.000 Tenaga Kerja, Pindad Targetkan Produksi Puluhan Ribu Unit (foto: mobil123)

Sisipublik.com – Pabrik Mobil nasional menjadi salah satu proyek industri strategis yang tengah disiapkan pemerintah bersama PT Pindad di Kabupaten Subang, Jawa Barat. proyek tersebut mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja dari kalangan sarjana dan teknisi.

Selain memperkuat industri otomotif dalam negeri, proyek ini juga mendorong penguasaan teknologi kendaraan listrik serta membangun ekosistem manufaktur yang terintegrasi.

Pabrik Mobil nasional juga mendapat perhatian dari pemerintah. PT Pindad melanjutkan pengembangan kendaraan nasional setelah sebelumnya menghadirkan SUV Maung yang saat ini di gunakan sebagai kendaraan kepresidenan Presiden Prabowo Subianto.

Pindad Fokus Tingkatkan Kandungan Lokal

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa proyek mobil nasional berada dalam tahap perancangan oleh PT Pindad. Menurutnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi salah satu aspek penting yang terus di perhatikan.

Agus menjelaskan bahwa rata-rata kendaraan listrik di Indonesia saat ini memiliki TKDN sekitar 30 hingga 70 persen. Karena itu, pemerintah berharap kendaraan nasional yang di kembangkan Pindad mampu mencatatkan kandungan lokal yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Integrasi Data Coretax Makin Luas, DJP Hubungkan Sistem dengan PLN, Bank, dan Telkom

Ia menilai peningkatan TKDN akan memperkuat industri nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dalam negeri.

Pabrik Mobil Nasional Targetkan Produksi 50.000 Unit

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau perkembangan proyek mobil nasional di Kabupaten Subang. Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan industri berlangsung dalam tiga tahap selama periode 2026 hingga 2028.

Pabrik Mobil nasional pada tahap awal menargetkan kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028. Selanjutnya, perusahaan menyiapkan pengembangan jangka panjang dengan target kapasitas produksi hingga 300.000 unit setiap tahun.

Sigit mengatakan perusahaan telah menyiapkan investasi sumber daya manusia sejak beberapa tahun terakhir. Persiapan tersebut mencakup tenaga perencana, pelaksana, hingga sumber daya di tingkat manajemen.

Kawasan Industri Terintegrasi Berdiri di Lahan 539 Hektare

Selain membangun fasilitas produksi, PT Pindad juga merancang kawasan industri otomotif terpadu seluas sekitar 539 hektare. Kawasan tersebut akan menampung berbagai fasilitas pendukung yang saling terhubung.

Baca Juga :  Instruksi Presiden Jalan Daerah Dorong Konektivitas Nasional, Prabowo Ungkap Manfaat Besarnya bagi Daerah

Beberapa sarana yang akan tersedia meliputi pabrik kendaraan, perkantoran, fasilitas pengujian, pusat riset dan pengembangan, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Dengan demikian, kawasan ini di harapkan mampu menjadi pusat pengembangan industri otomotif nasional yang modern dan berkelanjutan.

Pabrik Mobil Nasional Dorong Penguasaan Teknologi Kendaraan Listrik

Sjafrie Sjamsoeddin menilai kawasan mobil nasional memiliki peran penting dalam memperkuat industri nasional. Menurutnya, proyek tersebut mendukung penguasaan teknologi sekaligus membangun ekosistem manufaktur yang terpadu.

Selain itu, pengoperasian kawasan industri tersebut juga akan mempercepat pengembangan teknologi otomotif berbasis listrik di Indonesia. Karena itu, pemerintah memandang proyek ini sebagai salah satu langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional pada masa mendatang. (j/*)

Berita Terkait

Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI, Monas Siap Tampung 100 Ribu Peserta pada 1 Agustus 2026
Benih Kedelai Unggul Jadi Andalan Kementan Bersama Unesa untuk Percepat Swasembada Pangan
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian
Naik Daya Listrik dari 1300 VA ke 2200 VA, Simak Persiapan agar Proses Berjalan Lancar
KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli
Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG
Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:00 WIB

Benih Kedelai Unggul Jadi Andalan Kementan Bersama Unesa untuk Percepat Swasembada Pangan

Senin, 27 Juli 2026 - 11:06 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:00 WIB

Naik Daya Listrik dari 1300 VA ke 2200 VA, Simak Persiapan agar Proses Berjalan Lancar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:00 WIB

KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:55 WIB

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

Berita Terbaru