Sisipublik.com – Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peresmian berlangsung setelah Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di lokasi yang sama.
Revitalisasi tidak hanya menyentuh tampilan fisik. Pembaruan juga mencakup tata pamer dan cara museum menyajikan informasi sejarah kepada pengunjung. Sejumlah diorama mendapat penataan visual baru, termasuk pencahayaan serta pemanfaatan teknologi multimedia pada bagian tertentu.
Museum Kesaktian Pancasila Perbarui Penyajian Sejarah
Museum Kesaktian Pancasila kini menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih mengandalkan kombinasi diorama dan teknologi multimedia. Saat meninjau museum, Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat sejumlah koleksi serta bagian museum yang telah diperbarui.
Selain diorama, museum juga menghadirkan ruang immersive yang memberikan pengalaman visual berbeda bagi pengunjung. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari penataan ulang museum agar penyampaian informasi sejarah lebih mudah dipahami.
Museum ini memiliki 34 diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah Indonesia dalam rentang 1945 hingga 1974. Karena itu, revitalisasi juga mencakup penyesuaian tata pamer agar koleksi dan narasi sejarah dapat tersaji secara lebih terstruktur.
Prabowo Resmikan Renovasi Setelah Upacara
Sebelum meninjau museum, Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti. ANTARA mencatat Prabowo tiba di lokasi pada pukul 07.57 WIB dan bertindak sebagai inspektur upacara.
Setelah upacara, Presiden bersama sejumlah pejabat meninjau kawasan Monumen Pancasila Sakti. Prabowo kemudian memasuki Museum Kesaktian Pancasila untuk melihat langsung hasil revitalisasi sebelum menuju lokasi peresmian.
Dalam prosesi tersebut, Prabowo secara resmi menyatakan renovasi museum telah selesai. Setelah itu, Presiden menandatangani prasasti sebagai penanda peresmian.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila.”
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan museum pada 1 Oktober 2026.
Perubahan Nama Mengiringi Revitalisasi Museum
Revitalisasi juga beriringan dengan penggunaan nama Museum Kesaktian Pancasila. Sebelumnya, museum tersebut dikenal sebagai Museum Pengkhianatan PKI. Pembaruan nama itu menjadi bagian dari penataan penyajian museum agar terintegrasi dengan kawasan Monumen Pancasila Sakti.
Museum tersebut mulai beroperasi pada 1992. Presiden Soeharto meresmikannya pada 1 Oktober 1992. Setelah lebih dari tiga dekade, pemerintah kembali meresmikan hasil pembaruan museum pada tanggal yang sama, 1 Oktober 2026.
Dengan revitalisasi tersebut, museum tidak hanya mempertahankan koleksi sejarah yang telah ada, tetapi juga memperbarui cara penyajiannya. Penggunaan multimedia, penataan pencahayaan, serta pembaruan tata pamer menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kunjungan yang berbeda.
Museum Kesaktian Pancasila direncanakan kembali dibuka untuk masyarakat pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah seluruh rangkaian peresmian dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila selesai.











Komentar